


Maumere-SuaraSikka.com: Kabar gembira dari Andreas Hugo Parera (AHP). Pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Flores, Lembata dan Alor bisa memperoleh bantuan Rp 50 juta dari anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI. Simak cara dan persyaratannya.
Ini merupakan bantuan pemerintah khusus tahun 2022 melalui Aspirasi AHP, anggota Komisi X DPR RI yang membidangi pendidikan, pariwisata dan ekonomi kreatif, olah raga, serta perpusnas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan semacam ini, merupakan bantuan tahun ketiga yang disalurkan melalui Aspirasi AHP. Ini menunjukkan komitmennya kepada masyarakat, khususnya pada wilayah Dapil NTT 1 yang melipiluti Flores, Lembata dan Alor.
Tahun ini, kata politisi murah senyum itu, sasaran bantuan ditujukan kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif.
Melalui kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, AHP menyiapkan Rp 50 juta bagi setiap kelompok penerima bantuan.
Dia mengatakan informasi tentang bantuan tersebut, sudah disampaikan jauh-jauh hari, dalam berbagai kesempatan tatap muka dan bimtek bersama pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Flores, Lembata dan Alor.
“Semoga mendapat respon positip dari para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, demi pengembangan usaha mereka,“ ujar politisi asal Kabupaten Sikka itu, Kamis (14/4).

Fasilitas Ruang Kreatif
Bantuan pemerintah khusus Aspirasi AHP yang bakal disalurkan yakni bantuan sarana dan prasarana berupa faslitas ruang kreatif. Bantuan tersebut lebih bersifat stimulan untuk meningkatkan pendapatan.
Adapun kategori penerima bantuan yakni komunitas kreatif, lembaga adat, dan usaha mikro dan kecil (UKM) subsektor ekonomi kreatif.
Sementara bidang usaha meliputi aplikasi, pengembang permainan, film animasi video, fotografi, kriya, kuliner, fashion, dan musik.
Persyaratan
Calon penerima bantuan Aspirasi AHP, setidaknya harus memiliki dua persyaratan yang terbilang tidak terlalu sulit.
Pertama, telah menjalankan kegiatan yang berkaitan dengan sektor ekonomi kreatif selama 1 tahun.
Dan kedua, memiliki legalitas. Komunitas kreatif harus memiliki akta notaris, sementara Lembaga Adat harus memiliki akta notaris, AD/ART, dan pengakuan reami dari pemerintah daerah setempat.
Untuk mendapatkan bantuan, calon penerima manfaat harus mengajukan proposal yang mengacu kepada e-Katalog Nasional.
Informasi selengkapnya bisa menghubungi kontak person atas nama Benny (0811-2222-190), Andes (0812-9637-6364), dan Dodit (0822-9831-1936).
“Pendaftaran akan ditutup pada 20 April 2022 ini,” ujar AHP.
Politisi berlatar akademisi ini mengajak semua pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di Flores, Lembata dan Alor segera mendaftarkan usaha-usaha kreatif mereka agar bisa memanfaatkan kesempatan memperoleh bantuan.*** (eny)















