




Jayapura-SuaraSikka.com: Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bakal menggelar kongres di Kabupaten Jayapura Propinsi Papua pada 24-29 Oktober 2022 mendatang. Kegiatan ini diberi tajuk Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI.
Diperkirakan kegiatan ini akan menghadirkan 6.000 peserta dari 3.000 komunitas masyarakat yang aktif. Peserta kongres berdatangan dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Bali hingga Nusa Tenggara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kongres Masyarakat Adat Nusantara digelar setiap lima tahun sekali. Lima tahun lalu berlangsung di Medan Propinsi Sumatera Utara.
Salah satu keputusan di Medan yakni menunjuk Papua sebagai tuan rumah pelaksanaan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI, sekaligus mendapuk Bupati Jayapura sebagai Ketua Panitia Penyelenggara.
Bupati Jayapura Mathius Awoitouw mengatakan pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat adat Tabi dan Pemerintah Propinsi Papua Barat di Manokwari.
Menurut dia, masyarakat adat di wilayah Tabi sangat antusiasis menyambut kehadiran peserta yang datang dari pelbagai wilayah di Indonesia.
“Dalam waktu dekat kami akan menggelar road show ke Kabupaten/Kota se-Papua,” ujar dia di sela-sela Rapat Kerja Ikatan Keluarga Toraja Propinsi Papua di Hotel Grand Talent, Kota Jayapura, Rabu (4/5).
Menurut dia, Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI akan dilaksanakan pada 12 titik yang tersebar pada 10 titik di Kabupaten Jayapura dan 2 titik di Kota Jayapura.
Selama kongres berlangsung, direncanakan peserta tinggal di rumah-rumah dan membaur dengan masyarakat adat di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura.
Selain itu, dia menambahkan pihaknya sudah melayangkan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo. Surat dimaksud dengan tujuan meminta orang nomor satu di Indonesia itu hadir dan membuka Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI.
Isu Papua
Bupati Jayapura Mathius Awoitouw menyebut Kongres Masyarakst Adat Nusantara VI antara lain akan mengangkat isu penting seputar Papua.
Isu penting yang dimaksud, sentil dia, yakni ketika orang bicara negatip tentang Papua, termasuk isu memecahbelah bangsa, dan adanya kelompok yang merasa lebih hebat, maka dalam kongres tersebut semua akan ditepis.
“Pertemuan ini justeru memperjuangkan keberagaman yang ada di atas segalanya. Masing-masing suku akan saling membesarkan suku lainnya di republik ini. Termasuk masyarakat adat Tabi yang memiliki budaya mengayomi dan menghargai orang lain,” jelasnya.
Menurut rencana, Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI juga akan dimeriahkan panggung hiburan oleh pemuda adat dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka akan berkolaborasi dengan pemuda kreatif Papua.
Pemuda kreatif Papua merupakan sekumpulan anak muda yang berpikir positip dengan menunjukan ragam budaya Papua. *** (makawaru da cunha)






















