




Maumere-SuaraSikka.com: Pemuda Katolik Komisariat Kabupaten Sikka Periode 2017-2020 di bawah pimpinan Gaudensius Andi Pio, akan menyelesaikan masa pengabdiannya.
Pekan depan, persisnya Kamis (12/5), organisasi ini akan menggelar Musyawarah Komisariat Cabang (Muskomcab) di Hotel Wailiti Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mestinya periodesasi Andi Pio berakhir pada tahun 2020. Namun Muskomcab belum bisa digelar akibat pandemi yang mendera secara nasional, termasuk Kabupaten Sikka.
Musyawarah tertinggi itu pun direncanakan digelar tahun 2021. Itu pun gagal dilaksanakan, karena terkendala alasan yang sama.
“Baru tahun ini kami bisa menggelar Muskomcab,” demikian keterangan Bram Kopong selaku Sekretaris Steering Committee, saat konperensi pers di Aula Kherubim Hall Centre Maumere, Jumat (6/5).

Syarat Calon Ketua
Bram Kopong memastikan hingga kini belum diketahui siapa-siapa saja calon Ketua Pemuda Katolik Sikka. Pasalnya seluruh proses pencalonan baru akan diketahui pada hari pelaksanaan kegiatan.
“Tidak ada ruang formal seperti pembukaan pendaftaran calon dan pemaparan visi misi. Semua proses langsung terjadi pada saat Muskomcab,” ujar dia.
Meski demikian Bram Kopong menyebutkan beberapa persyaratan bagi yang berminat mengikuti kontestasi.
Calon Ketua Pemuda Katolik Sikka, kata dia, harus memenuhi syarat administratif sebagaimana Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Pemuda Katolik.
Syarat-syarat itu antara lain usia maksimal 42 tahun saat digelar Muskomcab, berdomisili di Kabupaten Sikka, dan berkelakuan baik dengan dibuktikan melalui surat keterangan catatan kepolisian (SKCK).
Selain itu, kata dia, AD/ART mengatur calon ketua ketua harus mendapat dukungan dari 2 Komisariat Anak Cabang (Komca).
Namun, tambah dia, sesuai kondisi riil Pemuda Katolik Cabang Sikka yang baru memiliki 9 Komca, maka syarat dukungan akan dibahas lagi Steering Committee dalam beberapa hari ke depan.
“Terkait syarat dukungan nanti kita akan plenokan pada saat Muskomcab,” ujar dia.
Bram Kopong mengatakan Steering Committee telah menetapkan 11 hak suara pada Muskomcab tahun ini, terdiri dari 9 Komca, 1 Komisariat Daerah NTT, dan 1 Komisariat Pusat.

Menjadi Sahabat Seperjalanan
Pada bagian lain, Ketua Organizing Committee
Yopi Hendrile menjelaskan rangkaian kegiatan Muskomcab akan diawali Perayaan Ekaristi yang dipimpin Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu.
Sebelum digelar Muskomcab, terlebih dahulu dilaksanakan pelantikan 9 Komisariat Anak Cabang (Komca) yakni Kecamatan Mego, Waiblama, Talibura, Waigete, Alok Timur, Alok Barat, Alok, Koting dan Tanawawo.
“Secara teknis, persiapan kami sudah mencapai 80 persen,” ujar dia yakin.
Yopi Henrile yang juga Ketua OMK Stasi Santo Yohanes Paulus II Centrum memastikan kegiatan Muskomcab akan mengusung tema Menjadi Sahabat Seperjalanan.
Terkait tema yang diusung, Bram Kopong menambahkan pemilihan tema berangkat dari refleksi atas perjalanan Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka yang vakum selama 27 tahun.
“Dengan tema ini, kita ingin agar eksistensi Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka tidak hanya sebuah nama, tetapi juga ada aksi nyata yang dijalankan sesuai hasil ketetapan Kongres Pemuda Katolik,” alasan dia.
Catatan media ini, eksistensi Pemuda Katolik di Kabupaten Sikka sebenarnya tidak vakum selama 27 tahun.
Pemuda Katolik Komisariat Cabang Sikka terlibat aktif mengikuti Musyawarah KNPI pada tahun 2010 dan 2013, di bawah kepemimpinan Gabriel Ola.*** (eny)






















