
Maumere-SuaraSikka.com: KM Sirimau akhirnya berhasil dievakuasi, Kamis (19/5) pukul 12.00 Wita, setelah hampir 74 jam karam di perairan Meko Adonara Kabupaten Flores Timur.
Proses evakuasi dilakukan dengan bantuan KM Garda Nusantara 14. Kapal dengan beban yang lebih kecil ini, begitu meyakinkan bisa menarik KM Sirimau yang kandas di tengah karang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelaksanaan evakuasi tidak butuh waktu lama. Hanya 15 menit saja sejak pukul 11.45 Wita, KM Sirimau yang karam selama 3 hari itu akhirnya bisa bergerak normal.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator melalui keterangan pers kepada wartawan, Kamis (19/5), memastikan kondisi air pasang di perairan Meko menjadi faktor kuat yang mendukung lancarnya proses evakuasi.
“Puji Tuhan, berkat doa kita bersama, berkat kerja keras dan usaha kita semua, termasuk Tim SAR Gabungan yang ikhlas melaksanakan tugas ini, akhirnya pukul 12.00 Wita KM Sirimau bisa kita tarik,” ungkap dia.

Pengecekan
Setelah berhasil dievakuasi, KM Sirimau yang mengangkut 784 penumpang dan 55 anak buah kapal diarahkan ke Pelabuhan Lewoleba sebagaimana perintah PT Pelni selaku pemilik kapal.
I Putu Sudaya menjelaskan KM Sirimau akan menjalani pengecekan ulang secara menyeluruh mulai dari geladak terbawah sampai ke bagian atas kapal.
“Diperiksa, apakah ada kerusakan, atau ada kabocoran,” ujar dia.
PT Pelni juga mempertimbangkan ketersediaan logistik. Alasannya, karena selama 3 hari karam, seluruh logistik diprioritaskan untuk penumpang dan anak buah kapal.
“Ketersediaan logistik harus dikembalkan seperti sedia kala,” ujar I Putu Sudayana.
Selain itu, tambah I Putu Sudayana, sebagaimana SOP Basarnas, kapal yang mengalami masalah harus dilakukan pengecekan kembali atas keamanan dan keselamatan kapal itu sendiri, sebelum melanjutkan pelayaran ke pelabuhan berikutnya.
Sebagaimana diketahui KM Sirimau mengalami kecelakaan laut pada Selasa (17/5) pukul 21.20 Wita dalam pelayaran dari Pelabuhan Lewoleba menuju Pelabuhan Laurens Say Maumere. Kapal milik PT Pelni ini karam di tengah hamparan batu karang.
Sejak kapal ini karam, Tim SAR Gabungan telah berupaya melakukan evakuasi. Dua hari evakuasi mengalami kendala, dan baru berhasil pada hari ketiga.*** (eny)















