Budidaya Kepiting Lunak, Terobosan Baru Julie Laiskodat di Sikka

Avatar photo

- Redaksi

Sabtu, 28 Mei 2022 - 13:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 72 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wadah yang digunakan untuk budidaya kepiting lunak

Wadah yang digunakan untuk budidaya kepiting lunak

Maumere-SuaraSikka.com: Julie Sutrisno Laiskodat tidak henti-hentinya melakukan terobosan penting bagi penguatan ekonomi masyarakat kecil.

Terobosan terbaru yang dilakukan anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem itu yakni melakukan pelatihan budidaya kepiting lunak atau yang biasa disebut kepiting soka (scylla serrata).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan budidaya kepiting lunak dilaksanakan selama 2 hari, Jumat-Sabtu (27-28/5), berlangsung di Aula Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sikka.

Kurang lebih 100 calon pembudidaya kepiting lunak hadir pada momen penting ini. Tidak hanya teori-teori budidaya, para calon pembudidaya kepiting lunak juga langsung melakukan praktik budidaya.

Model pelatihan dilakukan secara online, dengan Tim Pelatih dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Banyuwangi.

Rinto Baptista, Staf Ahli Julie Sutrisno Laiskodat

Rinto Baptista selaku Staf Ahli Julie Laiskodat, menjadi koordinator kegiatan ini. Para calon pembudidaya kepiting lunak didampingi sejumlah penyuluh.

Mereka adalah Maria Fatima Timun, Imelda Conifransis Lodan, Ernawati Sengaji, Stanislaus Diri Lolan, Lusia Oktaviany Niron, Kornelius Orimus Ola, Apolonia Dua Nita, Agavitus Namang Jawa, Muhamad Faisal Yusuf, Brigitha da Iring Nong Meak, Angela Festiana, Mega Lestari, Sri Wahyuningsih, dan Samsudin.

Menurut Rinto Baptista, kegiatan pelatihan budidaya kepiting lunak merupakan pelatihan aspirasi bagi masyarakat.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kegiatan ini terlaksana, jelas dia, sebagai respons Julie Laiskodat atas aspirasi yang disampaikan masyarakat pesisir di Kabupaten Sikka.

“Masyarakat pesisir meminta Ibu Julie memperhatikan kehidupan ekonomi mereka yang 2 tahun ini terlindas pandemi Covid. Setelah diskusi lebih jauh, kami sepakati kegiatan budidaya kepiting lunak,” terang Rinto Baptista.

Praktik sederhana proses budidaya kepiting lunak

Intervensi Anggaran
Rinto Baptista mengatakan budidaya kepiting lunak terbilang tidak mudah, karena membutuhkan lahan budidaya yang luas dan biaya yang tidak sedikit.

Namun, lanjut dia, apabila berhasil dilakukan hingga panen, hasilnya cukup menjanjikan. Apalagi, mengingat harga kepiting lunak di pasaran masih cukup tinggi, dengan jumlah peminat yang sama tingginya.

Dia berharap setelah pelatihan, bisa tebentuk kelompok-kelompok yang serius menekuni budidaya kepiting lunak.

“Untuk tahun ini Ibu Julie akan melakukan intervensi anggaran bagi 5 kelompok budidaya kepiting lunak. Semoga ini bisa dimaksimalkan oleh peserta pelatihan,” ujar dia.

Pankrasius Jatar

Tindak Lanjut
Pankrasius Jatar, seorang peserta pelatihan menyambut baik kegiatan pelatihan budidaya kepiting lunak. Dia mengapresiasi Julie Laiskodat yang menaruh perhatian kepada potensi-potensi yang ada di pesisir laut.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Warga Likot Desa Hoder Kecamatan Waigete ini memastikan kondisi alam pesisir pantai dari wilayah Kecamatan Magepanda hingga Kecamatan Talibura sangat mendukung budidaya kepiting lunak.

“Dari kondisi alam, sudah sangat mendukung sekali. Pesisir pantai kita ditumbuhi mangrove, dan juga karakter pasir berlumpur yang menjadi habitat kepiting lunak,” ungkap dia.

Peserta pelatihan budidaya kepiting lunak

Ketua Kelompok Nelayan Cinta Bahari ini mengakui selama ini nelayan belum memiliki kemauan budidaya kepiting. Masalah terutama, kata dia, karena masyarakat belum memahami secara teknis model pembudidayaan yang baik dan benar.

Kendala lain, papar dia, masyarakat pesisir mengalami keterbatasan sarana prasarana pendukung.

“Yang paling kendala adalah modal. Kami tidak punya cukup finansial untuk budidaya kepiting,” ujar dia.

Karena itu, Pankrasius Jatar berharap pelatihan budidaya kepiting lunak yang diinisiasi Julie Laiskodat, mesti ada tindak lanjut yang lebih serius.

Dia berharap pelatihan-pelatihan seperti ini harus terus-menerus dilakukan, sehingga masyarakat pesisir benar-benar memahami budidaya kepiting lunak.

Selain pelatihan yang terus-menerus, Pankrasius Jatar berharap Julie Laiskodat melakukan intervensi anggaran sebagai modal usaha bagi pembudidaya kepiting lunak.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru