
Maumere-SuaraSikka.com: Kuasa hukum keluarga korban dari Orinbao Law Office melayangkan surat somasi terkait kasus kematian Martha Meti, seorang ibu hamil (bumil).
Surat somasi ditandatangani Tim Kuasa Hukum, yang terdiri dari Viktor Nekur, Marianus Gaharpung, dan Tobias Tola. Somasi ditujukan kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka dan Kepala Puskesmas Wolomarang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini kami sampaikan somasi, dengan maksud untuk meminta penjelasan dari Kadis Kesehatan dan Kapus Wolomarang, atas peristiwa kematian yang menimpa Martha Meti,” demikian penjelasan Viktor Nekur kepada media ini, Kamis (9/6).
Tim Kuasa Hukum memberikan waktu 7 hari kepada Kadis Kesehatan dan Kapus Wolomarang untuk memberikan penjelasan. Batas akhir somasi pada Rabu (15/6) mendatang.
“Jika sampai tenggang waktu tersebut, somasi kami tidak diindahkan, maka kami akan menempuh upaya hukum dengan mengadukan persoalan ini ke Polres Sikka, guna mendapatkan keadilan hukum bagi keluarga korban,” ungkap Viktor Nekur.

Kelalaian Medis
Sebelumnya, Kantor Orinbao Law Office yang beralamat di Jalan Don Slipi Dusun Tour Orin Bao Desa Nita Kecamatan Nita, didatangi keluarga korban pada Sabtu (4/6).
Keluarga korban terdiri dari Thomas Ware selaku ayah kandung korban, lalu Yuldensia Hildegardis Lengu yang adalah kakak kandung korban, dan Albertus Rulo yang merupakan bapak kecil korban.
Keluarga korban mengadukan kasus kematian yang dialami Martha Meti, karena menilai terdapat kejanggalan pada pelayanan terhadap bumil tersebut.
Albertus Rulo mengatakan pihak keluarga menduga kuat terjadinya kelalaian atau pembiaran atas tindakan medis yang dilakukan tenaga medis, baik di Puskesmas Wolomarang, maupun tenaga medis di RSUD TC Hillers Maumere.
Martha Meti masuk Puskesmas Wolomarang pada Kamis (19/5) karena perutnya terasa sakit dan mulai mengalami tanda-tanda melahirkan. Dia diantar oleh keluarga.
Pada hari keempat, air ketuban pecah, dan tampak berwarna hijau. Kemudian bidan yang bertugas melakukan persalinan, dengan cara menekan perut pasien hingga melahirkan.
Usai melahirkan, korban mengalami pendarahan yang hebat. Menurut keluarga korban, hal ini dikarenakan proses persalinan dilakukan secara paksa.
Martha Meti kemudian dirujuk ke RSUD TC Hillers Maumere. Setelah ditangani, beberapa jam kemudian ibu ini dipastikan meninggal dunia.*** (eny)















