Empat Negara Rebut Dua Tiket Sisa Piala Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 13 Juni 2022 - 17:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 163 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stadion Ahmad bin Ali di Qatar, tempat pertandingan memperebutkan dua tiket sisa Piala Dunia 2022

Stadion Ahmad bin Ali di Qatar, tempat pertandingan memperebutkan dua tiket sisa Piala Dunia 2022

Maumere-SuaraSikka.com: Drawing Piala Dunia 2022 sudah dilakukan Maret 2022 lalu. Masih ada dua slot yang belum terisi. Sebanyak 4 negara berebut dua tiket sisa.

Selandia Baru dari Zona Oseania dan Kosta Rika dari Zona Concacaf merupakan dua dari empat negara yang masih bertanding. Dua negara lainnya adalah wakil Asia yakni Australia, dan Peru dan Zona Conmebol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Keempat negara itu bakal bertanding dalam playoff interkontinental. Nantinya, pemenang kedua pertandingan itu berhak mengantongi tiket putaran final Piala Dunia 2022.

Australia dan Peru akan bertanding lebih dulu pada Senin malam waktu setempat atau Selasa (14/6) dini hari WIB. Sementara Selandia Baru dan Kosta Rika berlaga sehari kemudian pada Rabu (15/6) dini hari WIB. Dua pertandingan ini dilangsungkan di Stadion Ahmad bin Ali di Al Rayyan, Qatar.

Pemenang pertandingan Selandia Baru versus Kosta Rika akan bergabung dengan Spanyol, Jerman dan Jepang di Grup E. Sementara yang memenangi laga Australia melawan Peru akan satu kotak dengan Prancis, Denmark dan Tunisia di Grup D.

Timnas Peru

Peru Lebih Unggul
Australia dan Peru sama-sama lolos ke putaran final empat tahun lalu di Rusia. Tetapi kini salah satu dari mereka terpaksa tidak mengulangi sukses empat tahun silam.

Tahun itu Australia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018 setelah mengalahkan Honduras pada dua leg playoff interkontinental. Sedangkan Peru menghentikan Selandia Baru pada playoff interkontinenal lainnya.

Kini, Australia menjadi wakil Asia untuk playoff interkontinental melawan peringkat Peru. Australia baru memastikan tiket playoff pekan lalu ketika gol penentu kemenangan yang dibuat Ajdin Hrustic mengantarkan mereka mengakhiri petualangan Uni Emirat Arab dengan skor 2-1.

Australia yang berperingkat 42 dunia sudah lima kali lolos ke putaran final Piala Dunia pada 1974, 2006 dan tiga Piala Dunia terakhir lolos berturut-turut pada 2010, 2014, dan 2018.

Socceroos sudah lima pertandingan berturut-turut tanpa pernah clean sheet dan terpaksa memenuhi skuadnya dengan para pemain yang rata-rata kurang berpengalaman.

Namun, faktor pelatih Graham Arnold yang sering memasang taktik tepat telah menutupi kekurangan Australia ini.

Sementara itu, Peru menempati peringkat kelima zona Amerika Selatan sehingga berhak bertanding dalam playoff antarbenua melawan satu wakil Asia.

Peru finis di atas Kolombia dan. Hasil ini melampaui ekspektasi pelatih asal Argentina, Ricardo Gareca, yang juga arsitek di balik sukses Peru berlaga di Rusia empat tahun silam.

Peru tidak terlalu hebat. Hanya menang tujuh kali dari 18 pertandingan kualifikasi, Peru mesti menggantungkan diri kepada bagaimana Ricardo Gareca meracik skuad sampai akhirnya bisa mengantarkan ke Qatar.

Tapi, Gareca pula yang membuat Peru mengakhiri vakum 36 tahun tidak pernah mengikuti putaran final Piala Dunia ketika meloloskan negara ini ke Piala Dunia 2018.

Pelatih ini pula yang sedikit banyak membuat Peru bisa finis di atas Kolombia dan Cile yang merupakan langganan Piala Dunia.

Peru dan Australia hanya pernah satu kali bertemu sebelum ini, tepatnya pada putaran final Piala Dunia 2018 ketika kedua negara berada dalam satu grup.

Saat itu, Gareca memimpin timnya menang 2-0 atas Australia. Dengan catatan seperti itu, Peru memiliki kemungkinan yang lebih besar mengalahkan Australia.

Timnas Kosta Rika

Tidak Seimbang
Pertemuan antara juara Zona Oseania dengan peringkat keempat Zona Concacaf ini bisa dibilang tidak akan seimbang. Sebab, selama kuakifikasi Kosta Rika lebih teruji ketimbang Selandia Baru.

Kosta Rika telah menghadapi tim-tim hebat seperti Meksiko dan Amerika Serikat sebelum merebut tiket playoff. Sebaliknya, Selandia Baru sepanjang kualifikasi menghadapi tim-tim lemah di Pasifik.

Kosta Rika agak kurang beruntung tidak lolos otomatis ke Piala Dunia 2022 setelah finis di urutan keempat zona Concacaf. Mereka hanya kalah selisih gol dari Amerika Serikat yang menempati posisi tiga.

Selisih poin Kosta Rika dan Amerika Serikat dengan Kanada dan Meksiko yang masing-masing menempati urutan pertama dan kedua Zona Concacaf pun cuma tiga poin saja.

The Ticos juga cuma satu kali kalah dan satu kali seri dalam sembilan laga terakhir yang sebagian besar berkat pertahanan solid mereka.

Faktor ini pula yang membuat Kosta Rika bisa enam kali clean sheet selama kualifikasi Concacaf, terutama karena gawang mereka dijaga Keylor Navas yang menjadi salah satu kiper terbaik di dunia dalam 20 tahun terakhir.

Tetapi, Kosta Rika tidak begitu produktif menghasilkan gol. Dari 10 laga terakhir mereka bisa mencetak rata-rata 2,5 gol.

Salah satu senjata maut Kosta Rika adalah kesabarannya dalam menunggu lawan membuat kesalahan, tidak peduli itu dengan menunggunya sampai menit terakhir pertandingan.

Selandia Baru menjadi juara Zona Oseania yang hampir seluruhnya merupakan tim-tim lemah dalam sepakbola dunia. Tak heran Selandia Baru begitu dominan di zona ini.

Tetapi, fakta itu pula yang membuat Selandia Baru tidak teruji seperti Kosta Rika. Buktinya, dalam laga persahabatan baru-baru ini mereka menyerah 0-1 kepada Peru, dan kesulitan menaklukkan Oman yang menahan seri mereka dengan 0-0.

Kecuali mungkin Chris Wood, Selandia Baru adalah unit yang biasa-biasa saja. Mereka memang terlalu bagus untuk Zona Oseania, tetapi mereka tidak cukup bagus saat bertanding melawan tim-tim luar Oseania, apalagi mungkin Kosta Rika yang hanya karena kalah selisih gol tak bisa mendapatkan tiket otomatis ke Qatar.

Dari head-to-head sendiri di antara kedua tim yang mana hanya pernah satu kali bertemu sebelum laga playoff ini. Selandia Baru pernah dibantai 0-4 oleh Kosta Rika dalam laga persahabatan 25 Maret 2007.*** (eny)

Berita Terkait

Festival Musik Tradisi Indonesia Digelar di 10 Daerah, dari Bogor Hingga Maumere
BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan
6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri
BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome
Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru
KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka
BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126
Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru