
Maumere-SuaraSikka.com: Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sikka Ibrahim belum bisa memastikan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo diperiksa atau tidak sehubungan dengan dugaan penyalahgunaan dana belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 pada BPBD Sikka.
Ibrahim menyampaikan hal ini kepada sejumlah wartawan di Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Senin (20/6), usai menerima demonstran dari PMKRI Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibrahim mengatakan semua pihak yang terkait dengan dugaan penyalahgunaan dana BTT akan dipanggil untuk dimintai keterangan.
Ketika disinggung jika Bupati Sikka termasuk pihak yang terkait dalam perkara ini, apakah Kejaksaan Negeri Sikka pasti akan memeriksa Bupati Sikka, Ibrahim menjawabnya secara diplomatis.
“Untuk pasti atau tidak, saya tidak bisa bilang pasti. Yang terkait dengan perkara ini kami periksa. Jika kemungkinan Bupati Sikka terkait dengan perkara ini, saya tidak bisa komentar,” ujar dia.

Sebelumnya PMKRI Maumere menggelar aksi demonstrasi di Kejaksaan Negeri Sikka terkait kasus dugaan penyalahgunaan dana BTT TA 2021 di BPBD Sikka.
Ketua Presidium PMKRI Maumere Kris Sologus Dami langsung memimpin aksi demonstrasi ditemani kurang lebih 20 aktifis PMKRI Maumere.
Mereka datang ke Kejaksaan Negeri Maumere dengan menyerukan Bupati Sikka wajib diperiksa. Seruan ini tampak sangat jelas dari sebuah spanduk yang bertuliskan BTT: Bupati Wajib Diperiksa.
Aktifis mahasiswa ini beralasan nama Bupati Sikka disinggung-singgung menggunakan dana BTT untuk keperluan pribadi pada saat kunjungan kerja.
PMKRI Maumere mengingatkan Kejaksaan Negeri Sikka agar tidak tebang pilih dalam menangani perkara ini. Menurut PMKRi Maumere, Bupati Sikka sebagai pengguna anggaran harus bertanggungjawab dalam persoalan ini.*** (eny)















