
Maumere-SuaraSikka.com: Sebanyak 172 anak kini sedang diasuh SOS Children’s Village Flores. Salah satunya adalah Elisabeth Ayuni Delestarina.
Gadis 18 tahun dari Desa Habi Kecamatan Kangae ini sudah 8 tahun tinggal dan menetap pada SOS Children’s Village Flores yang terletak di Waturia, 14 kilometer dari Kota Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Elisabeth tinggal di SOS Children’s Village Flores saat usia 10 tahun. Dengan problematik yang dia alami, tidak mengurangi semangatnya untuk mengenyam pendidikan sebagaimana anak-anak seusia dia.
Semangat Elisabeth benar-benar terwujud. Dia pun mengenyam bangku sekolah, dari tingkat dasar hingga sekolah menengah atas. Kini dia berencana melanjutkan studinya ke jenjang yang lebih tinggi.
Gadis kecil Elisabeth tamat dari SDK Maumere 2 di Kelurahan Kota Uneng, lalu tamat dari SMP Negeri 3 Nangahure, dan tahun ini tamat dari SMK Santo Thomas Maumere.
Berbekal studi pada Jurusan Perhotelan di SMK Santo Thomas Maumere, Elisabeth ingin lebih mendalami bidang perhotelan. Kini dia membidik Politeknik Negri Kupang dengan mengambil Jurusan Perhotelan.
“Hari ini pengumuman kelulusan,” ujar dia semangat saat ditemui di SOS Children’s Village Flores, Kamis (24/6).
Satu hal yang tidak pernah dia lupakan, yakni bagaimana dia melewati masa-masa sekolah dengan biaya pendidikan sepenuhnya ditanggung oleh SOS Children’s Village Flores.
“SOS yang bayar dari SD sampai SMA. Nanti kalau kuliah, baru bagi dua, SOS setengah, orang tua setengah,” ungkap dia.
Itulah antara lain membuat Elisabeth mengaku bangga dan terharu berada dalam lingkungan SOS Children’s Village Flores. Dia benar merasakan totalitas perhatian dari manajemen organisasi ini nonprofit ini.
Elisabeth tentu tidak sendirian mendapatkan perhatian pendidikan. Setiap anak SOS Children’s Village Flores yang sedang berada di bangku sekolah, semua biaya pendidikan ditanggung.
Demikian hal ini diakui Finto dan Theresia, dua penghuni SOS Children’s Village Flores yang sedang mengenyam pendidikan pada SMPK Vifi Maumere.
Kondisi ini sejalan dengan tujuan mulia kehadiran SOS Children’s Village pada 136 negara, termasuk di Indonesia. Organisasi ini hadir untuk memastikan setiap anak yang terdampak dan rentan, tetap mendapatkan hak-haknya.
Tiga fokus utama yang menjadi perhatian SOS Children’s Village Indonesia yakni pengasuhan, pendidikan, dan kesehatan.*** (eny)















