

Maumere-SuaraSikka.com: Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka mendapatkan bantuan 3.000 vial vaksin anti rabies (VAR).
Bantuan tersebut bersumber dari Kementerian Kesehatan yang dikirim melalui Dinas Kesehatan Propinsi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
VAR bantuan dari Kementerian Kesehatan ini, khusus disuntikkan kepada korban gigitan hewan yang berpotensi menularkan rabies.
Ihwal bantuan 3.000 vial VAR, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka Petrus Herlemus menyebut sebagai respon positip Kementerian Kesehatan atas surat permohonan Dinas Kesehatan Sikka.
“Kami ajukan permohonan ke Kementerian Kesehatan 2 minggu lalu. Syukur sekali, ditanggapi positip,” demikian penjelasan Petrus Herlemus, Senin (4/7).
Dia menambahkan VAR bantuan sudah berada di Dinas Kesehatan Propinsi NTT, dan sedang dikirim dari Kupang ke Maumere melalui Larantuka Kabupaten Flores Timur.
Tidak Ada Anggaran
Petrus Herlemus menjelaskan sebenarnya pihaknya telah mengusulkan anggaran VAR dengan menggunakan dana alokasi umum. Namun tidak ada anggaran pengadaan VAR.
Dalam kondisi tidak ada anggaran, Dinkes Sikka tidak menyerah begitu saja, sehingga pada akhirnya mendapat bantuan VAR dari Kementerian Kesehatan.
Setelah mendapat bantuan VAR, Dinkes Sikka kembali mengalami masalah anggaran, menyoal biaya pengiriman dari Kupang ke Maumere.
“Untuk biaya pengiriman dari Kupang, pun tidak ada dana. Kami harus cari jalan keluarnya agar bisa terkirim. Syukur, sekarang sedang dalam perjalanan,” jelas dia.
Nantinya, lanjut dia, 3.000 vial VAR ini didistribusikan ke kecamatan-kecamatan. Lagi-lagi Dinkes Sikka kesulitan anggaran distribusi.
Alternatif yang dilakukan yakni setiap Puskesmas langsung mengambil pada gudang penyimpanan di Maumere.
750 Sasaran
Petrus Herlemus mengatakan saat kini stok VAR di Kabupaten Sikka sedang tidak ada. Karena itu dia bersyukur sekali mendapatkan bantuan 3.000 val.
“Di gudang kami lagi kosong,” ujar dia.
Dia menambahkan S
sebanyak 3.000 vial VAR yang masuk ke Kabupaten Sikka, akan menyasar 750 orang.
Secara teknis, jelas Petrus Herlemus, setiap korban akan mendapatkan 4 vial.
“Per orang 4 vial, hari nol 2 vial, hari ketujuh 1 vial, dan hari keduapuluhsatu 1 vial lagi,” jelas dia.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Sikka sedang diancam rabies. Dalam beberapa pekan terakhir, marak terjadi kasus gigitan anjing.
Selain stok VAR untuk manusia sedang kosong, ternyata stok vaksin untuk hewan penular rabies juga mengalami hal yang sama.
Kepala Dinas Pertanian Yohanes Emil Satriawan mengaku telah bersurat ke Dinas Pertanian Propinsi NTT untuk meminta bantuan vaksin.
Tidak jauh berbeda dengan Dinas Kesehatan, di Dinas Pertanian pun tidak ada anggaran pengadaan vaksin.*** (eny)















