Warga Pesisir Pantai Perlu Sadar dan Tahu Mitigasi Bencana

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 15 Juli 2022 - 00:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 69 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saefudin dari Direktorat Jenderal Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang memberikan sosialisasi mitigasi bencana, Kamis (14/7)

Saefudin dari Direktorat Jenderal Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan sedang memberikan sosialisasi mitigasi bencana, Kamis (14/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Masyarakat Kabupaten Sikka yang berdomisili di pesisir pantai diminta untuk perlu tahu dan menyadari mitigasi bencana.

Demikian imbauan ini disampaikan Saefudin dari Direktorat Jenderal Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saefudin bersama Syarifah, seorang Analis Pendayagunaan Pesisir pada Ditjen Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil KKP, melaksanakan sosialisasi terkait Penyadartahuan Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim di Kantor Desa Reroroja Kecamatan Magepanda Kabupaten Sikka, Kamis (14/7).

Sosialisasi mitigasi bencana merupakan kegiatan lanjutan yang dilakukan Ditjen Pendayagunaan Pesisir dan Pulau Pulau Kecil KKP di Kabupaten Sikka.

Desa Reroroja dipilih sebagai tempat sosialisasi mengingat daerah ini pernah mendapat dampak dari bencana gempa dan tsunami yang terjadi pada Desember 1992 silam.

Sekretaris DKP Sikka Malik Bachtiar (paling kiri) membuka.kegiatan Penyadartahuan Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklom

Saefudin menyampaikan bahwa wilayah pesisir biasanya memiliki sumber daya alam yang melimpah. Meski demikian,  ancaman bencana selalu ada.

“Karena itu kalau ada bencana, kita tidak perlu menghindar. Jangan panik. Tapi sebaliknya kita harus tahu apa yang kita lakukan,” ujar dia.

Dalam konteks ini, kata dia, Kementerian Kelautan dan Perikanan berkewajiban memberikan pemahaman tentang mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Berdasarkan PP Nomor.64 Tahun 2010 tentang Mitigasi Bencana di Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, terdapat 2 pendekatan penting dalam mitigasi bencana yakni pendekatan struktural dan pendekatan non-struktural.

Pendekatan struktural merupakan upaya yang dilakukan dalam mengurangi dampak bencana dan perubahan iklim yang bersifat fisik.

Sedangkan pendekatan non-struktural dilakukan melalui sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat.

Penanaman pohon waru oleh Kelompok Bulan Indah (foto: istimewa)

Vegetasi Pantai
Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan berbagai intervensi mitigasi bencana seperti pengelolaan ekosistem pesisir, penyediaan sistem peringatan dini, bangunan peredam tsunami dan juga vegetasi pantai.

Khusus untuk Desa Reroroja, telah dilakukan vegetasi pantai sejak Mei 2022 hingga sekarang.

Vegetasi pantai dilakukan di atas lahan seluas 2,5 hektar. Pada lahan ini telah ditanami 1.600 tanaman waru oleh Kelompok Bulan Indah yang dipimpin Irneus Kleruk.

Saefudin menyebut vegetasi pantai dapat bermanfaat antara lain untuk meredam hantaman gelombang tsunami, mereduksi terjadinya abrasi pantai, melindungi ekosistem wilayah daratan dari terpaan angin dan badai, serta sebagai pengendali terjadi erosi pantai.

Bergita Bela, bendahara Kelompok Bulan Indah

Bergita Bela, bendahara Kelompok Bulan Indah, memastikan pihaknya terus melakukan perawatan terhadap 1.600 tanaman waru.

“Setiap hari Rabu dan Sabtu kami turun ke lokasi, membersihkan rumput-rumput, sekaligus memperhatikan kalau ada yang rusak,” kata dia.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Bergita Bela mengaku senang terlibat pada kegiatan vegetasi pantai yang diinisiasi KKP. Selain karena ada aktifitas, kegiatan ini memberikan dampak yang besar bagi masyarakat pesisir.

Peserta kegiatan Penyadartahuan Mitigasi Bencana dan Perubahan Iklim

Kegiatan Aksi Penyadartahuan Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim dibuka Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Malik Bachtiar.

Selain Saefudin, pemateri pada kegiatan ini yakni Sekretaris BPBD Sikka Portasius Karvalo. Dia menggambarkan situasi kebencanaan secara umum yang terjadi di Kabupaten Sikka.

Setelah sosialisasi dilanjutkan dengan diskusi. Para peserta terlibat aktif dalam berdiskusi, terutama memberikan informasi dan sharing pengalaman kegiatan mitigasi bencana.

Hadir pada sosialisasi antara lain Camat Magepanda Kristianus Amstrong, Pejabat Kepala Desa Reroroja Kosmas da Kunha, Kabid Budidaya dan Pesisir DKP Sikka, perwakilan BMKG, dan perwakilan PSDKP Stasiun Kupang Wilker Maumere.

Tampak hadir juga sejumlah penyuluh perikanan, mahasiswa IKIP Muhamadiyah Maumere, Ketua Forum PRB Kabupaten Sikka Yuven Wangge, Caritas, dan masyarakat Desa Reroroja.

Camat Magepanda Kristianus Amstrong mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memberikan perhatian khusus kepada warga masyarakat Desa Reroroja. Dia berharap masyarakat bisa semakin sadar akan pentingnya mitigasi bencana.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru