

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah ironi wakil rakyat di Kabupaten Sikka terungkap dari Gedung DPRD. Diketahui banyak yang malas sidang, tapi rajin dan lengkap pada saat melakukan perjalanan dinas.
Fakta ini terungkap pada Rapat Paripurna, Jumat (22/7) malam, dengan agenda Keterangan Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Pengantar Nota Keuangan Bupati Sikka tentang KUA-PPAS APBD TA 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat Paripurna dibuka Ketua DPRD Sikka Donatus David pada pukul 20.30 Wita. Pembukaan rapat saja sudah molor 1,5 jam, karena sesuai undangan, rapat dimulai pukul 19.00 Wita.
Ketika rapat dibuka, hanya 11 dari 35 anggota DPRD Sikka yang hadir termasuk Ketua DPRD Sikka. Satu anggota hadir saat rapat sedang berjalan.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo hadir pada kesempatan ini, termasuk jajaran Forkopimda dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah.
Donatus David sempat kesal melihat ketidakhadiran sebagian besar anggota DPRD Sikka. Dia lalu meminta persetujuan paripurna untuk mengecek kehadiran anggota DPRD Sikka sesuai daftar hadir paripurna malam ini.
Setelah mendapat persetujuan, Donatus David lalu membacakan satu per satu anggota DPRD Sikka. Bagi anggota DPRD Sikka yang tidak hadir, dia menjelaskan juga dengan alasan seperti sakit, izin, atau tanpa kabar.
Mengingat kehadiran anggota tidak kuorum, ditambah pemerintah sedang menggandakan dokumen Keterangan Pemerintah atas Pemandangan Umum Fraksi terhadap Pidato Pengantar Nota Keuangan Bupati Sikka tentang KUA-PPAS APBD TA 2023, sidang akhirnya diskors.
Rapat paripurna dibuka kembali pada pukul 22.09 Wita. Ada tambahan lagi 2 anggota DPRD Sikka. Meski belum kuorum, karena yang hadir hanya 14 dari 35 anggota, rapat paripurna tetap dilaksanakan.
Paripurna bersepakat Bupati Sikka hanya menyampaikan keterangan pemerintah kepada fraksi-fraksi yang hadir.
Adapun 14 anggota DPRD Sikka yang hadir pada rapat paripurna adalah Donatus David, Stef Sumandi, dan Alfonsus Ambrosius dari Fraksi PDIP. Lalu dari Fraksi PAN hadir lengkap, terdiri dari Philipus Fransiskus, Filario Charles Betrandi, dan Fransiskus Ropi Sinde.
Terus dari Fraksi PKB hadir 3 orang yakni Yoseph Don Bosko, Petrus Woda, dan Simon Subandi Supriadi. Fraksi Perindo hadir hanya 2 orang yakni Herlindis da Rato dan Veronika Marselina Jata.
Tiga lagi yang hadir yakni Antonius Hendrikus Rebu dari Fraksi Partai Golkar, Vincentius Langga dari Fraksi Partai Hanura, dan Fransiskus Stephanus Say dari Fraksi Partai Gerindra.
Terdapat 21 wakil rakyat yang tidak hadir pada paripurna malam ini. Ketua DPRD Sikka Donatus David menyebut alasan masing-masing 21 legislator ini tidak hadir.
Fraksi Demokrat Adil Sejahtera beranggotakan 5 orang, semuanya tidak hadir. Kecuali Christin Lomi yang sedang cuti, 4 anggota lainnya tanpa kabar, yakni Ferdinandus Mboi, Alfridus Melanus Aeng, Hyginus Claudius Daga, dan Baharuddin.
Demikian pun Fraksi Nasdem, berjumlah 4 orang, semuanya tidak hadir. Ketua Fraksi Partai Nasdem Alexander Agatho izin, Sekretaris Fraksi Partai Nasdem Petrus da Silva sedang sakit. Sementara Yosef Nong Soni dan Fransiskus Bari tanpa kabar.
Wakil Ketua DPRD Sikka dari Fraksi PKB Yoseph Karmianto Eri, dan Wakil Ketua DPRD Sikka dari Fraksi Partai Golkar Gorgonius Nago Bapa, dikabarkan tidak hadir karena sakit.
Dua anggota Fraksi Partai Golkar yakni Maria Angelorum Mayestatis disebut sedang izin, sementara Fransiskus Siku Parera tanpa kabar.
Dari Fraksi Partai Hanura, Wenseslaus Wege disebut izin. Sedangkan Florensia Klowe dan Antonius Bata, tanpa kabar.
Sementara itu 5 anggota lainnya disebut tanpa kabar, yakni Darius Evensius dan Benediktus Lukas Raja dari Fraksi PDIP, Sufriyance Merison Botu dan Fabianus Toa dari Fraksi Partai Gerindra, dan Bernadus Kardiman dari Fraksi Partai Perindo.
Memalukan
Ketua Fraksi PAN Philipus Fransiskus menanggapi ketidakhadiran sebagian besar anggota legislatif sebagai sebuah hal yang memalukan.
Dia mengatakan anggota DPRD dilantik dan disumpah, dengan tugas utamanya yakni menghadiri sidang-sidang termasuk paripurna.
“Kita digaji untuk itu,” ujar dia tegas.
Dengan gaji setiap bulan lebih dari Rp 30 juta, Philipus Fransiskus mengatakan tanpa memberikan kontribusi pemikiran saja, anggota DPRD Sikka sudah digaji Rp 1 juta setiap hari.
Lebih jauh Philipus Fransiskus mengatakan kehadiran anggota DPRD Sikka baru dipastikan lengkap ketika melakukan perjalanan dinas.
“Lengkap hanya ketika perjalanan dinas. Itu tidak ada satu pun yang izin, sakit, tanpa kabar. Tapi kalau rapat, mulai macam-macam. Penyakit ini kalau tidak diatasi, dia semakin ganas,” ungkap dia.
Philipus Fransiskus mengusulkan kepada Ketua DPRD Sikka agar setiap bulan membuat laporan publik melalui media terkait kehadiran anggota DPRD Sikka pada sidang-sidang yang dilaksanakan di lembaga legislatif.
Ketua DPRD Sikka Donatus David mengatakan sebenarnya sejak 4 bulan lalu dia sudah berinisiatif menyampaikan ke publik terkait kehadiran anggota DPRD Sikka pada sidang paripurna.
“Tapi karena ada reaksi macam-macam, makanya kita pending,” ujar dia.
Untuk itu, lanjut dia, mulai malam ini, sebelum paripurna, Pimpinan Rapat akan membaca daftar hadir anggota DPRD Sikka.
Selanjutnya, setiap 3 bulan sekali, akan dilakukan rekapitulasi kehadiran, kemudian dikirim ke organisasi induk partai dari masing-masing anggota DPRD Sikka.*** (eny)















