
Maumere-SuaraSikka.com: Komisi 3 DPRD Sikka mulai mewanti-wanti penggunaan dana belanja tidak terduga (BTT) tahun 2023. Sebagai antisipasi munculnya penyelewengan, anggaran BTT pun mulai diciutkan.
Dalam dokumen KUAPPAS 2023, Pemkab Sikka mengalokasikan BTT sebesar Rp 5 miliar. Peruntukannya hampir tidak jauh berbeda, yakni penanganan Covid-19 dan bencana lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bertolak dari pengalaman kasus dugaan korupsi dana BTT tahun 2021 pada BPBD Sikka, Komisi 3 memberikan perhatian serius akan pemanfaatan dana BTT tahun 2023.
Melalui pembahasan bersama mitra kerja, Selasa (26/7), Komisi 3 yang dipimpin Petrus da Silva, memangkas sedikit demi sedikit dana BTT.
Dari alokasi Rp 5 miliar, dana BTT sudah diciutkan Rp 2 miliar, sehingga tersisa Rp 3 miliar.
Komisi 3 bersepakat Rp 1,5 miliar didistribusi ke BPBD Sikka dalam bentuk belanja rutin. Sementara Rp 500 juta di distribusikan ke Dinas Sosial Sikka untuk mendukung program kegiatan pada dinas tersebut.
Pengalihan Rp 2 miliar dana BTT untuk BPBD Sikka dan Dinsos Sikka, nantinya dituangkan dalam rekomendasi Komisi 3 kepada Badan Anggaran DPRD Sikka.
Media ini mendapat kabar, penciutan dana BTT belum berhenti pada angka Rp 2 miliar. Sepertinya Komisi 3 akan memangkas lagi Rp 500 juta untuk mendukung program kegiatan pada satuan kerja perangkat daerah lainnya yang menjadi mitra kerja Komisi 3.*** (eny)















