
Maumere-SuaraSikka.com: Pemkab Sikka di bawah kepemimpinan Bupati Fransiskus Roberto Diogo dan Wakil Bupati Romanus Woga, sama sekali tidak berdaya dalam hal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Bayangkan, PAD Tahun 2022 ditargetkan sebesar Rp 101.122.764.425, namun realisasi per 15 Juli 2022 baru sebesar Rp 16.081.381.492,16 atau setara 15,90 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kini, dalam dokumen KUAPPAS Tahun 2023, pemerintah merencanakan PAD sebesar Rp 101.221.708.988.
Jika disandingkan target PAD Tahun 2022 dan rencana PAD Tahun 2023, terlihat jelas kemampuan pemerintah meningkatkan PAD hanya pada angka Rp 98.944.563.
Tidak Optimis
Terhadap kondisi miris ini, Fraksi PAN menegaskan target PAD yang direncanakan pemerintah tidak menggambarkan optimisme dan kerja keras, cerdas dan terukur, sebagaimana 14 langkah konkrit yang diuraikan dalam Pidato Pengantar KUAPPAS 2023.
Fraksi PAN sungguh meyakini jika saja pemerintah mau optimis dan bekerja cerdas, tuntas dan terukur, maka angka Rp 101.221.708.988 bukanlah target PAD maksimal, tetapi sungguh minimalis.
Pemkab Sikka, kata Fraksi PAN mengingatkan, pernah sukses pada tahun 2020 dengan memperoleh PAD sebesar Rp 119.601.046.361,49.
“Apakah alasan klise Covid-19 akan terus menjadi tameng dalam target dan pencapaian realisasi PAD dalam 2 tahun terakhir yang begitu rendah? Apakah pinjaman daerah sebesar Rp 216 miliar lebih tidak berdampak pada peningkatan PAD?” tanya Fraksi PAN.
Lebih Rendah dari RPJMD
Fraksi Demokrat Adil Sejahtera menyentil kenaikan PAD dari tahun 2022 ke tahun 2023 yang hanya Rp 98.944.563.
Ini menunjukkan 7 arah kebijakan dan didukung 14 langkah konkrit untuk mencapai target pendapatan daerah, masih sebatas catatan pedoman saja.
Masih menurut Fraksi Demokrat Adil Sejahtera, target PAD sebesar Rp 101.221.708.988 jaub lebih rendah jika dibandingkan dengan proyeksi PAD Tahun 2023 sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2018-2023.
Dalam Perda Nomor 8 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Perda Nomor 3 Tahun 2019 tentang RPJMD Kabupaten Sikka Tahun 2018-2023, disebutkan proyeksi PAD Tahun 2023 sebesar Rp 106.592.500.000.
Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo beralasan target PAD tahun 2023 ditentukan berdasarkan beberapa pertimbangan.
Pertama, realisasi penerimaan PAD tahun sebelumnya dan tahun berjalan. Dia menjelaskan realisasi PAD tahun 2020 sebesar Rp 119.601.046.361,49 dari target Rp 108.613.927.900,59 atau setara 110,12 persen.
Lalu realisasi PAD tahun 2021 sebesar Rp 90.816.311.412,52 dari target Rp 106.431.778.313 atau setara 85,33 persen.
“Capaian realisasi ini lebih rendah dikarenakan komponen Lain-Lain PAD Yang Sah, Pos Jaminan Kesehatan Nasional yang tidak lagi masuk dalam komponen penerimaan PAD, tetapi menjadi komponen Lain-Lain Pendapatan Daerah Yang Sah,” alasan dia.
Kedua, penyusunan rincian kerja dan anggaran pendapatan berdasarkan jumlah potensi wajib pajak dan wajib retribusi serta data tunggakan wajib pajak dan wajib retribusi.
Ketiga, mempertimbangkan kondisi perekonomian pada tahun sebelumnya, serta memperkirakan kondisi perekonomian daerah pada tahun yang akan datang.
Media ini memperoleh informasi, sebagian besar fraksi di DPRD Sioka mendorong Pemkab Sikka lebih serius meningkatkan PAD.
Pantauan media ini, saat kini Komisi-Komisi di DPRD Sikka sedang membahas KUAPPAS bersama mitra kerja pemerintah.*** (eny)















