
Maumere-SuaraSikka.com: Asisten 3 Setda Sikka Robertus Ray angkat bicara soal polemik dana akomodasi bagi Bupati Sikka untuk kegiatan vaksinasi di Desa Parumaan Kecamatan Alok Timur. Dia menyebut persoalan ini hanya karena miskomunikasi semata.
“Ini miskomunikasi saja,” demikian disampaikan Robertus Ray kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Saat itu Robertus Ray didampingi Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sikka Polikarpus Manase dan Kepala Bagian Hukum Setda Sikka Herpianus Nong Lalang.
Mantan Kabag Humas Setda Sikka ini mengatakan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tidak mengikuti kegiatan vaksinasi bukan karena alasan tidak ada dana akomodasi.
Dia memastikan bahwa pada Sabtu (23/7), Bupati Sikka sudah dijadwalkan membuka kegiatan Musyawarah Korpri di Maumere.
Menurut Robertus Ray, terjadi kesalahan ketika Kabag Prokompi dan Kabag Hukum berkoordinasi dengan Kepala Rutan Maumere selaku penyelenggara kegiatan vaksinasi.
“Entah kenapa, mungkin tidak cermat baca disposisi, sehingga mereka memastikan Bupati Sikka akan hadir pada kegiatan vaksinasi. Padahal disposisinya tidak begitu,” ujar dia.
Akibat tidak cermat baca disposisi itulah, kata dia, Kabag Prokompi menggambarkan kebutuhan sarana prasarana yang ideal untuk menjaga keamanan dan keselamatan Bupati Sikka, jika orang nomor satu itu berangkat ke Parumaan.
Polikarpus Manase menegaskan dia tidak pernah meminta uang Rp 5 juta sebagai dana akomodasi bagi Bupati Sikka.
Dia mengaku hanya menggambarkan kondisi safety bagi Bupati Sikka jika menggunakan kapal milik Lanal Maumere, dan dengan taksiran biaya bisa mencapai Rp 5 juta.
Akibat mencuatnya polemik ini, Robertus Ray mengingatkan kepada Kabag Prokompi dan Kabag Hukum untuk selalu mencermati disposisi yang diterima, sehingga tidak salah prosedur.
Pada bagian lain, Robertus Ray mengapresiasi Rutan Maumere yang berkolaborasi dengan Badan Intelijen Negara di Kabupaten Sikka, karena telah melakukan vaksinasi bagi masyarakat di daerah 3T.
Sebelumnya diberitakan, Kabag Prokompi Polikarpus Manase bersama Kabag Hukum Setda Sikka Herpianus Nong Lalang menemui Kepala Rutan pada Jumat (22/7) untuk berkoordinasi terkait kegiatan vaksinasi di Parumaan.
Dua pejabat ini menyampaikan kesediaan Bupati Sikka untuk hadir pada kegiatan vaksinasi. Karena Bupati Sikka siap hadir, Polikarpus Manase lalu meminta
dukungan dana sebesar Rp 5 juta untuk digunakan sebagai akomodasi Bupati Sikka.
Dana akomodasi dimaksud untuk biaya kapal milik Lanal Maumere, demi menjaga keamanan dan keselamatan Bupati Sikka.
Kepala Rutan Maumere menjelaskan bahwa seluruh kegiatan vaksinasi dibiayai secara swadaya oleh pegawai Rutan Maumere. Dana yang terkumpul sebesar Rp 6 juta.
“Saya sampaikan, ini kegiatan kemanusiaan, dan biayanya swadaya. Yang terkumpul Rp 6 juta, kalau kasih Bupati Rp 5 juta, praktis kegiatan tidak bisa kami laksanakan,” jelas Antonius Semuki.
Karena Kepala Rutan Maumere dan anggota Binda Sikka tidak dapat menyanggupi permintaan dana akomodasi, akhirnya Kabag Prokopim dan Kabag Hukum pamit pulang.
Setengah jam kemudian, Kabag Hukum kembali menemui Kepala Rutan Maumere. Herpianus Nong Lalang menyampaikan bahwa Bupati Sikka memutuskan untuk tidak menghadiri pelaksanaan vaksinasi di Parumaan.*** (eny)















