Tantangan Alex Longginus ke Kejari Sikka: Berani Tidak Tangkap Bupati

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 28 Juli 2022 - 16:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 63 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Bupati Sikk Alexander Longginus tengah berorasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Kamis (28/7)

Mantan Bupati Sikk Alexander Longginus tengah berorasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Kamis (28/7)

Maumere-SuaraSikka.com: Mantan Bupati Sikka Alexander Longginus menantang Kejaksaan Negeri setempat menangkap Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.

Tantangan itu dia sampaikan saat tampil membawakan orasi di depan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Kamis (28/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya mau tanya Kajari, berani tidak tangkap Bupati Sikka Robby Idong,” seru dia dari atas mobil pikup yang dipakai orator untuk berorasi.

Alex Longginus selaku Dewan Penyantun PMKRI Maumere ikut dalam aksi demonstrasi PMKRI Maumere menyangkut dana belanja tidak terduga (BTT). Ini adalah untuk kedua kalinya PMKRI Maumere melakukan aksi demonstrasi terkait BTT.

Dalam orasinya, Alex Longginus menyinggung maraknya kasus dugaan korupsi di Kabupaten Sikka.

Sebagai kilas balik, Alex Longginus mengatakan setelah meletakkan jabatan Bupati Sikka pada tahun 2008, dia langsung ditangkap Kejari Sikka waktu itu dan dimasukkan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) di Maumere.

Menurut Alex Longginus, kasus yang dituduhkan kepadanya, lebih kepada politisasi.

“Tidak pernah terbukti sampai ke Mahkamah Agung bahwa saya ini korupsi,” ujar dia.

Sekarang ini, kata dia, kasus dugaan korupsi bertubi-tubi terjadi di Kabupaten Sikka.

Dia menyebut misalnya Kasus Pembangunan Puskesmas Bola, hanya dua orang saja yang dijadikan tersangka. Padahal harusnya bisa lebih dari itu.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Pasti Kajari beralasan berkaitan dengan persoalan hukum harus ada bukti. Saya dulu tidak ada bukti, tapi ditangkap dan ditahan. Ada apakah itu,” ujar Alex Longginus membandingkan dengan tuduhan korupsi kepada dirinya.

Dia merasa aneh dan heran karena ada Kepala Kejaksaan Negeri yang memiliki pemahaman berbeda tentang Undang Undang dan regulasi hukum.

Mantan Bupati Sikka ini juga menyinggung dana pinjaman daerah sebesar lebih dari Rp 216 miliar. Menurut dia proyek dengan sumber dana pinjaman daerah kini mandek di mana-mana. Bahkan, kata dia, ada yang sama sekali tidak dilaksanakan.

Alex Longginus menyinggung juga kasus korupsi pengadaan trafo di RSUD TC Hillers Maumere. Dia mempertanyakan perempuan siluman yang datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Sikka untuk mengembalikan uang kerugian negara.

“Apakah orang yang kembalikan uang ini sudah ditangkap? Dalam UU Tipikor, kalau ada orang yang terbukti menerima dan mengembalikan uang, tapi itu sudah terbukti dia melakukan korupsi,” ujar Alex Longginus.

Alex Longginus menambahkan sementara ini Kejari Sikka sedang menyelidiki dugaan korupsi pada Pembangunan Puskesmas Waigete.

Saat ini, kata dia, PMKRI Maumere turun aksi untuk mendorong Kejaksaan Negeri Sikka serius melakukan penyelidikan atas dugaan kasus korupsi dana BTT untuk penanganan Covid-19.

Baca Juga :  Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Dia mengatakan secara nasional Presiden susah memerintahkan semua pemerintah daerah harus fokus menambahkan anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Tapi tega-teganya juga pejabat-pejabat di sini dikoordinir oleh Bupati Sikka masih bisa melakukan korupsi terhadap dana BTT,” ujar dia.

Alex Longginus mengatakan dana BTT itu antara lain diperuntukkan untuk penanganan Covid. Bisa jadi, duga dia, korupsi dana BTT dilakukan sejak penanganan orang-orang yang terduga Covid sejak karantina di SCC.

“Siapa yang masak untuk mereka, siapa yang belanja semua? Itu Kajari harus ungkap tuntas orang-orang yang kelola dana BTT,” dorong dia.

Alex Longginus mengingatkan Kejaksaan Negeri Sikka bahwa masyarakat Kabupaten Sikka tidak mau dijadikan media manipulasi bagi orang-orang yang mengelola dana BTT.

Terhadap maraknya kasus dugaaan korupsi di Kabupaten Sikka, Alex Longginus mengatakan mestinya membuat masyarakat tersakiti.

“Jadi kalau ada korupsi, sakit kita. Dan saat ini saya mengalami sakit yang luar biasa karena menyaksikan korupsi terjadi di mana-mana,” ujar Alex Longginus.

Selain bicara tentang maraknya kasus korupsi di Kabupaten Sikka, Alex Longginus juga menyentil buruknya berbagai kegiatan birokrasi dan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo.*** (eny)

Berita Terkait

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta
SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:31 WITA

Peduli Kota Maumere Indah, Bank NTT Salurkan CSR Rp 172,5 Juta

Rabu, 21 Oktober 2026 - 20:43 WITA

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terbaru