


Maumere-SuaraSikka.com: Terpuruk di kampung sendiri, mendorong Anselmus Goleng mengadu nasib di Kabupaten Mamasa di Propinsi Sulwesi Barat. Dia pun mengikuti program transmigrasi di daerah yang subur itu.
Warga Desa Wuliwutik Kecamatan Nita ini tidak tanggung-tanggung memboyong istri dan 2 orang anaknya. Sedangkan 1 anaknya lagi yang paling besar, dia titipkan ke orangtuanya di Wuliwutik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Anselmus Goleng merupakan 1 dari 4 kepala keluarga yang mengikuti program ini. Semua mereka, sebanyak 16 jiwa, telah diberangkatkan pada Sabtu (20/8) lalu.
Mereka didampingi 2 orang pendamping, masing-masing dari Dinas Koperasi Tenaga Kerja dan Transmigrasi Propinsi NTT dan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sikka.
Ubah Nasib
Pria 32 tahun ini bersyukur bisa tercatat dalam program transmigrasi ke Mamasa. Buat dia, ini momen yang tepat untuk mengubah nasib.
Anselmus Goleng mengaku tidak punya pekerjaan yang tetap. Alhasil dia tidak memiliki pendapatan pasti untuk menghidupi keluarga.
Selama ini, dalam keseharian, dia hanya menggarap kebun milik orang lain. Hasil penggarapan, kata dia, nantinya dibagi dua.
Jika selesai masa panen, dan belum masuk musim tanam, Anselmus Goleng terpaksa bekerja serabutan. Lebih sering dia mengikuti borongan pekerjaan pada kegiatan pembangunan konstruksi.
Kondisi ini, aku dia, menjadi beban yang sangat berat sekali. Terkadang dia merasa berdosa karena tidak mampu membahagiakan keluarga.
“Apalagi anak-anak masih kecil, mereka butuh pendidikan untuk masa depan mereka,” ujar pria ini.
Karena itu Anselmus Goleng bersyukur sekali bisa masuk dalam program ini. Dia tambah bersyukur karena mendapat kemudahan berbagai fasilitas seperti rumah tinggal, lahan dan alat-alat pertanian, serta jaminan hidup selama 1 tahun.
Dengan fasiltas yang ada, apalagi disediakan lahan dan alat-alat pertanian, Anselmus Goleng bertekad bekerja maksimal demi mencapai kehidupan yang lebih baik.
Secara khusus dia menyampaikan terima kasih kepada Pemprop NTT dan Pemkab Sikka yang telah mengakomodirnya sebagai peserta program transmigrasi.
Dia berjanji untuk selalu menjaga nama baik NTT dan Sikka.*** (eny)















