
Maumere-SuaraSikka. com: Pemanjat papan reklame setinggi 15 meter di bagian utara Gelora Samador da Cunha Maumere melempar bendera merah putih dan 1 paket selebaran.

Dia melempar tidak bersamaan. Awalnya dia melempar terlebih dahulu bendera merah putih. Lambang negara Indonesia ini kemudian diamankan salah seorang anggota SatPol PP Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berselang 10 menit, dia melempar lagi 1 paket selebaran setebal 2 halaman. Selebaran ini diketik rapi dengan komputer, ditambah beberapa tulisan tangan.

Pada bagian belakang selebaran, terdapat tulisan tangan Bp Kapolres Sikka Bp Danramil. Dugaan kuat selebaran tersebut ditujukan kepada Kapolres Sikka dan Danramil Alok.
Tulisan tangan pada selebaran ini yakni pemanjat papan reklame ini meminta agar surat dalam bentuk selebaran dikirim juga ke 10 Uskup di Ende, Kupang, Jakarta, Makasar, Semarang, Medan, Pontianak, Palembang, Samarinda dan Merauke.
Pemanjat papan reklame ini kemudian mengeluarkan lagi sebuah bendera merah putih dari tas yang dia bawa. Dia lalu mengibar-ngibatkan bendera merah putih.
Selebaran yang dilempar pemanjat papan reklame ini tertulis nama Agustinus Woro. Dia mengaku sebagai Ketua LSM Ajar (Aku Ingin Jadi Sarjana) Linariwu Indonesia.
Aksi demo Agustinus Woro ini memantik perhatian masyarakat Kota Maumere. Puluhan anggota SatPol PP Sikka tengah berupaya melakukan koordinasi agar Agustinus Woro turun dari papan reklame.
Mereka berkoordinasi dengan menggunakan pengeras suara. Namun Agustinus Woro tetap melaksanakan aksi demonya.*** (eny)















