
Lewoleba-SuaraSikka.com: Persami Maumere melaksanakan pertandingan terakhir di Grup A, Rabu (14/9) pagi di Lapangan Polres Lembata. Anak-anak asuhan Fredy MBW ini kalah 1-2 dari juara bertahan PS Malaka.
Kekalahan ini tidak mempengaruhi langkah Maumere ke putaran berikut. Menang dua kali sebelumnya atas Perseftim Flotim dan Persematim Matim, Maumere menjadi tim pertama yang lolos ke putaran 16 besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mungkin saja karena sudah pasti lolos, Fredy MBW memilih strategi lain. Hanya 5 pemain inti yang masuk starting eleven. Mereka adalah duet striker Yoris Nono dan Ronaldus Yovandi Sambi, bek kanan Yohanes Yosep Nai, serta 2 gelandang menyerang Strambi Hendrawan Poa dan Azwar Afandi Baharsa.
Yoris Nono sepertinya sengaja diturunkan sejak awal. Mantan pemain PSN Ngada ini diharapkan bisa menambah koleksi gol untuk menguatkan dirinya sebagai pemuncak top scorrer dengan 3 gol sementara.
Yoris Nono ternyata tidak bisa berbuat banyak. Dia sama sekali tidak mendapatkan supply bola dari lini tengah. Fredy MBW akhirnya menarik Yoris Nono pada babak kedua.
“Saya tidak mau ambil risiko,” demikian Fredy MBW di Lapangan Polres Lewoleba, Rabu (14/9).
Fredy MBW sengaja mengistirahatkan 6 pemain, menyimpan mereka untuk amunisi baru saat bertempur pada sistem gugur. Dia lalu memasukkan pemain lapis kedua.
Strategi seperti ini memang sering dipakai banyak tim yang sudah pasti lolos ke putaran berikut. Fredy MBW mungkin terlalu berlebihan sehingga terkesan ekstrim karena “membongkar” seluruh skuad pertahanan.
Syukur saja jika lapis kedua memiliki kualitas yang sama. Ternyata Maumere tidak seperti itu. Lapis kedua dengan kualitas boleh dibilang masih di bawah rata-rata.
Kondisi ini dimanfaatkan maksimal oleh juara bertahan. Malaka mengendalikan permainan sejak pluit dibunyikan wasit Thobias Besi dari Kabupaten Kupang.
Dua gol akhirnya tercipta beruntun pada menit ke-39 dan 45 oleh dua kakak beradik Dwikie Mathius Jehaman dan Yohames Joko Jehaman.
Fredy MBW memasukkan 5 pemain baru, masih dengan lapisan kedua. Itu pun belum bisa mengembangkan daya dobrak Maumere yang terkenal dengan sentuhan cepat dari kaki ke kaki.

Ketinggalan 0-2, Maumere yang turun dengan kostum hijau-hijau menerapkan permainan keras. Pola ini membuat Malaka lebih waspada. Banyak pemain tim juara bertahan yang “tertidur” di lapangan ketika kalah berduel dan body charge.
“Strategi” Malaka membuat pemain Persami stress karena mereka sedang berambisi mencetak gol. Bahkan saking emosional, seorang pemain Maumere malah mengangkat dan menggendong keluar pemain Malaka yang tertidur kesakitan.
Pemain yang sama malah tertawa girang menunjukkan keangkuhannya ketika unggul duel keras di atas udara.
Padahal saat yang bersamaan pemain Malaka yang kalah duel, mengalami benturan keras pada bagian kepala. Dia sempat pening, dan mendadak terjatuh ke lapangan, hingga harus digotong keluar lapangan.
Maumere baru bisa memperkecil kekalahan pada menit ke-87. Kapten kesebelasan Ronaldus Yovandi Sambi mencatatkan dirinya pada papan skor setelah tembakan kerasnya merobek gawang Yohanes Seran Klau.
Dengan hasil ini Malaka memperbaiki posisi klasemen Grup A. Malaka menyodok ke posisi kedua, menggeser Perseftim Flotim.
Nasib Malaka akan ditentukan dari pertandingan Perseftim kontra Persematim Manggarai Timur yang akan bertanding Rabu (14/9) pukul 16.00 Wita di GOR 99 Lewoleba.
Tanpa Visi
Secara keseluruhan, Maumere seperti bertanding tanpa visi. Tiga tahun lalu, ETMC 2019 di Kabupaten Malaka, Persami kalah telak 1-4 dari PS Malaka.
Kemenangan tersebut seolah-olah menjadi momen balas dendam, karena sebelumnya Malaka takluk dari Maumere pada babak semifinal ETMC Tahun 2015 di Kabupaten Sikka.
Maumere juga tidak memanfaatkan gaung besar ETMC. Padahal yang dihadapi adalah tim juara bertahan. Mengalahkan tim juara bertahan, atau minimal bermain seri, menjadi indikator tersendiri akan kualitas sebuah tim.
Apapun alasannya, juara bertahan selalu dianggap sebagai tim yang paling siap pada semua aspek. Ternyata Maumere tidak punya mental “membunuh” juara bertahan.
Lebih dari itu, kemenangan Malaka membuat juara bertahan itu bisa menarik napas lega, karena sebelumnya hanya bisa bermain imbang dengan Persematim dan kalah dari Perseftim.

Ende Super
Pada jam yang sama, di GOR 99 Lewoleba, Perse Ende dan PSK Kupang yang tergabung di Grup E, saling berhadapan.
Perse Ende bermain sangat super dan menunjukkan sebagai salah satu tim yang diprediksikan bisa merengkuh tropy bergilir ETMC.
Ende yang juara dua kali ETMC itu menahan laju PSK Kupang dengan skor telak 4-0. Ini adalah rekor skor terbesar selama 6 hari pelaksanaan Liga 3 ETMC XXXI di Lembata.
Hasil ini mengantar Ende memuncaki klassmen sementara. Anak-anak asuhan Ahmad Faizan akan memainkan partai terakhir melawan kuda hitam Persim Manggarai.*** (eny)
Klasemen Sementara
Grup A
Sikka 3 2 – 1 5-2 6
Malaka 3 1 1 1 4-4 4
Flotim 2 1 – 1 1-1 3
Matim 2 – 1 1 2-5 1
Grup E
Ende 2 1 1 – 5-1 4
Kab Kpg 2 1 – 1 1-4 3
Manggarai 2 1 – 1 1-1 3
Kota Kpg 2 – 1 1 1-2 1















