
Babak Penyisihan Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata telah berakhir, Jumat (16/9). Sebanyak 16 tim dipastikan lolos ke babak 16 besar.
Selama 8 hari babak penyisihan, sudah dilaksanakan 36 pertandingan. Venue utama GOR Lewoleba kebagian 22 pertandingan, dan Lapangan Polres Lembata disajikan 14 pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setidaknya sudah tercipta 72 gol, beberapa di antaranya dari titik putih. Gawang Persebata Lembata dan PSN Ngada masih clean. Belum ada satu pun bola yang merobek jala tuan rumah dan jala juara 7 kali ETMC.
Tidak terhitung berapa banyak kartu kuning yang dilayangkan wasit. Begitu juga kartu merah. Belum ada data resmi yang dikeluarkan Seksi Pertandingan. Cukup banyak kartu kuning. Artinya cukup banyak juga uang denda yang masuk. Ke kantong siapakah?
Menarik melihat sepak terjang 24 peserta di babak penyisihan. Dinamika pada masing-masing grup terkadang melahirkan beragam respon.
Ada gelak tawa, ada jerit tangis, ada pujian, cacian, dan dendam. Ada juga keegoan, angkuh, sikap sombong, juga ada kerendahan hati, sportifitas, fair play, dan segala macam rasa.
Lolos Cepat
Persami Maumere, Persewa Waingapu, dan PSN Ngada menjadi tiga tim pertama yang dipastikan lolos cepat ke babak 16 besar setelah menang pada dua pertandingan. Satu pertandingan terakhir sudah tidak mempengaruhi langkah tiga tim ini.
Bagi Persami Maumere, ini catatan prestasi yang baik. Pada 2 edisi terakhir, Tahun 2017 di Ende dan Tahun 2019 di Malaka, Maumere selalu pulang sedu.
Lebih menyesakkan dada, ketika datang sebagai juara bertahan di ETMC 2017, Maumere pulang tanpa nilai.
Pada pertandingan terakhir, Maumere, Waingapu dan Ngada melakoni dengan strategi, gaya, dan visi bertanding yang berbeda-beda.
Persami Maumere kalah dari PS Malaka. Juara bertahan pun seolah mendapatkan napas baru di Bumi Sembur Paus. Dan benar, Tim Manu Meo pun menuju panggung 16 besar sebagai peringkat ketiga terbaik kedua di bawah Persab Belu.
Andai saja PS Malaka kalah atau seri, maka juara bertahan hampir bisa dipastikan pulang lebih awal. Persami Maumere tercatat sebagai kesebelasan yang memulangkan juara bertahan.
Persewa Waingapu bermain dengan antusias yang tinggi pada lakon terakhir berhadapan dengan Persarai Sabu Raijua.
Waingapu tidak mau berspekulasi secara teknis. Pasalnya, selain Sabu Raijua, tiket gratis 16 besar juga sedang diintip Belu. Alhasil Waingapu dan Sabu Raijua bermain imbang.
Lain lagi dengan PSN Ngada. Bertemu adik muda Persena Nagekeo, juara 7 kali ETMC ini tidak kasih kendor semangat. Mereka tetap jaga waka, mempertahankan harga diri dan menjunjung tinggi sportifitas.
Tak pelak, Ngada menang. Dan ini menjadi catatan prestasi tersendiri pada Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata. Hanya Ngada saja satu-satunya tim yang meraih nilai penuh, diikuti Lembata dan Waingapu yang mengoleksi 7 poin.
Tidak Pernah Menang
Liga 3 ETMC XXXI juga mencatat 6 tim yang sama sekali tidak pernah menang pada tiga pertandingan babak penyihan.
Enam tim tersebut adalah Persematim di Grup A, Bintang Timur FC di Grup B, Putra Oesao FC dan Persiteng Sumba Tengah di Grup C, lalu PSKN Kefamenanu di Grup D, dan Persena Nagekeo di Grup F.
PSKN Kefamenanu menjadi yang terburuk pada tahun ini, karena pulang dengan poin 0. Bukan berarti tim ini tidak bisa berbuat apa-apa, karena semangat bertanding, daya juang, termasuk unsur teknis tidak diragukan. Kefamenanu mungkin sedang sial saja. Dewi Fortuna masih jauh dari mereka.
Manggarai Timur yang perkasa pada pertandingan pertama, berhasil menahan imbang juara bertahan, ternyata juga tidak mampu berbuat banyak pada 2 pertandingan selanjutnya.
Begitu juga Bintang Timur milik Fari Francis, meyakinkan pada partai perdana. Mereka berhasil menahan imbang tuan rumah. Dua pertandingan sesudahnya, justeru Bintang Timur melorot.
Nagekeo yang biasanya bermain gemilang, juga bernasib sama. Sepertinya Laskar Seka Talo ini terganggu dengan persoalan dugaan manipulasi data dan manipulasi pemain yang dilakukan manajemen Persada SBD.
Mereka tidak fokus bertanding, justeru sebaliknya serius melakukan penelusuran untuk mengungkap hal yang mereka duga.
Putra Oesao FC mungkin sedikit lebih baik. Meski tidak pernah menang, tim dari Kabupaten Kupang ini juga tidak pernah kalah. Tiga peetandingan berakhir dengan hasil imbang.
Dengan poin 4, tim ini masuk nominasi jalur 16 besar melalui peringkat ketiga terbaik. Namun mereka harus kalah dengan produktifitas gol Perserond Rote Ndao.
Terseok dan Bangkit
Menarik juga di Liga 3 ETMC XXXI ketika mengikuti dinamika yang terjadi di Perseftim Flotim, Persim Manggarai, dan Kristal FC. Tiga tim ini mengawali laga pertama dengan hasil yang tidak meyakinkan.
Flores Timur, juara 2 kali ETMC, tempias dari tetangganya Persami Maumere. Lalu Manggarai yang mendominasi pertandingan justeru kalah dari PSK Kupang. Dan Kristal dibantai PSN Ngada dalam sebuah pertandingan yang tidak seimbang.
Terseok-seok pada partai perdana, Flotim, Manggarai, Kristal, ternyata mampu membalikkan keadaan. Tiga tim ini bangkit untuk melapangkan jalan ke babak 16 besar.
Flotim melumat juara bertahan, dan mendepak pulang finalis ETMC 2009 Persematim. Lalu Manggarai menyingkirkan Kota Kupang, dan berbagi angka dengan Perse Ende. Sedangkan Kristal bermain imbang dengan Nagekeo, dan menghentikan langkah Persada SBD.
Flotim, Manggarai, dan Kristal memberi pesan penting akan kebangkitan sepak bola. Mereka tidak pasrah lalu menyerah begitu saja dengan realitas pertandingan pertama. Justeru 3 tim ini bangkit, dan berhasil lolos otomasti sebagai runner-up grup.
Kota Kupang
Tim kesebelasan dari ibukota, PS Kota Kupang adalah langganan babak kedua setiap kali turnamen ETMC digelar. Dan jalan tim ini biasanya mulus dan tidak terlalu menyedot energi.
Tapi pada edisi ini, Kota Kupang harus mengalami sport jantung. Permainan yang luar biasa pada pertandingan perdana melawan Perse Ende, ternyata tidak menjadi modal yang baik. Kota Kupang kendor pada pertandingan kedua.
Pelatih bertangan dingin Sukron, baru menunjukkan kualitasnya saat pertandingan ketiga. Bermain hanya dengan 10 orang, Kota Kupang berhasil menyingkirkan saudara tua mereka PSK Kabupaten Kupang.
Beruntung turnamen di Lembata ini menggunakan jalur 4 tim peringkat ketiga terbaik untuk melengkap 16 besar. Kota Kupang boleh masuk melalui jalur ini.
Babak 16 besar akan dimulai Senin (19/9). Penikmat sepak bola NTT akan disuguhkan 8 pertandingan krusial, hidup dan mati. Selamat menonton.*** (vicky da gomez)















