Lembata Kontra Malaka, Duel Pelatih Tangan Dingin

Avatar photo

- Redaksi

Minggu, 18 September 2022 - 11:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 26 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelatih Kepala Persebata Lembata Hasan Wahar dan Pelatih Kepala PS Malaka Adrianus Bria Seran

Pelatih Kepala Persebata Lembata Hasan Wahar dan Pelatih Kepala PS Malaka Adrianus Bria Seran

Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata, kini sudah memasuki babak 16 besar. Sebanyak 8 laga seru akan disajikan selama 2 hari, Senin-Selasa (19-20/9).

Satu laga yang tidak mungkin terlewatkan yakni bigmatch antara tim tuan rumah Persebata Lembata dan tim juara bertahan PS Malaka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lembata dan Malaka dijadwalkan bertarung di GOR 99 Lewoleba, Senin (19/9). Wasit akan meniup pluit kick-off pada pukul 14.30 Wita.

Lembata melangkah ke babak 16 besar sebagai  status juara Grup B dengan koleksi 7 poin hasil dari 2 kali menang dan 1 kali kalah.

Sedangkan Malaka hanya menduduki posisi peringkat ketiga Grup A. Malaka tembus ke babak berikut karena menjadi peringkat ketiga terbaik kedua.

Nasib Malaka menjadi beruntung setelah mendapat suntikan napas baru usai menjinakkan Persami Maumere pada laga terakhir.

Dari tiga kali pertandingan pada babak penyisihan, grafik Lembata sedikit lebih baik dari Malaka.

Lembata mencatat dua prestasi. Pertama, tim ini belum mengalami kekalahan. Prestasi lain, gawang Yulius Betekeneng baru 2 kali kebobolan.

Ini menunjukkan barisan pertahanan Lembata masih cukup solid dan ampuh menahan laju serangan lawan.

Arsenus Ola, jenderal tim sekaligus koordinator pertahanan, sangat baik berkolaborasi dengan Wihelmus Sanga Kobun, Yohanes Kopong, dan Sebastianus Wetu.

“Keangkuhan” tim tuan rumah hanya bisa dilawan Malaka dengan produktifitas gol. Lembata dan Malaka sama-sama menjaringkan 4 gol.

Trisula genit juara bertahan Rikard Bilardo Bere, serta dua kakak beradik Dwikie Mateus Jehaman dan Yohanes Joko Jehaman, sejauh ini cukup cerdas merobek pertahanan lawan.

Bentrok Lembata dan Malaka, boleh dibilang sebagai pertemuan bergengsi karena status mereka. Satunya tim tuan rumah, satu lagi tim juara bertahan.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Jelang technical meeting dan penarikan undian grup, wacana tentang partai perdana antara Lembata dan Malaka sudah ditiupkan ke tengah publik Bumi Sembur Paus.

Entah dari mana sumbernya, wacana ini terasa kuat sekali. Bahkan sempat hinggap di telinga Penjabat Bupati Lembata.

Untung saja sang penjabat tidak terpengaruh dengan kehendak kaum tidak jelas yang meniup wacana ini. Dia menyerahkan mekanisme pada pertemuan teknis.

Rupanya wacana ini akhirnya terwujud pada babak 16 besar. Lembata dan Malaka harus bertemu pada babak yang krusial dengan sistem gugur.

Mau tidak mau, suka tidak suka, entah Lembata, entah Malaka, pada akhirnya harus angkat kaki dari turnamen.

Malaka datang ke Lewoleba, dengan dua spirit galak. Mereka menyerukan semangat “datang bawa piala, pulang bawa piala”.

Tiga pertandingan yang sudah dilewati pada babak penyisihan, membuktikan bahwa spirit ini masih ampuh dibanggakan.

Sempat kehilangan muka pada 2 pertandingan, Malaka baru bisa bangkit pada pertandingan terakhir. Itu pun melawan Persami Maumere yang bertanding tanpa visi.

Satu lagi spirit yang kuat melekat yakni mematahkan tradisi tuan rumah juara. Malaka bukan anti tim tuan rumah. Tapi mereka lebih kepada perlawanan akan jargon jago kandang.

Malaka ingin membuktikan bahwa prestasi yang direngkuh pada ETMC 2019 ketika digelar di Kabupaten Malaka, bukan karena faktor tuan rumah.

Lembata menjadikan babak 16 besar ini sebagai pertaruhan gengsi, terlebih karena  berhadapan dengan juara bertahan.

Ada tantangan tersendiri ketika berhadapan dengan juara bertahan. Dan Lembata sedang termotivasi untuk menggoyang sang juara bertahan. Memulangkan juara bertahan, tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri.

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Gengsi lain, karena Lembata harus bermain di depan publik sendiri.  Hampir pasti ribuan pendukung Lembata akan memadati GOR 99 Lewoleba. Venue utama itu bakal berubah warna menjadi biru.

Sama seperti Malaka, Lembata kini juga diganggu dengan jargon jago kandang. Sebagai tim tuan rumah, Lembata bisa saja mendapat kemudahan-kemudahan secara teknis.

Publik boleh saja berasumsi demikian. Tapi secara fakta, Lembata justeru sering kali dirugikan oleh keputusan wasit. Pelatih dan Asisten Pelatih Lembata pernah melakukan protes keras kepada Pengawas Pertandingan.

Jelang satu hari bigmatch ini, Pelatih Kepala Malaka Adrianus Bria Seran dan Pelatih Kepala Hasan Wahar jelas konsentrasi penuh memeras otak. Dua pelatih bertangan dingin ini harus meracik sebuah kualitas tim untuk memenangkan pertandingan.

Adrianus Bria Seran terbukti telah membawa Malaka sukses pada beberapa edisi ETMC. Malaka menjadi semifinalis ETMC 2015, dan sempat melangkah hingga babak kedua ETMC 2017.

Dengan temperamen yang sedikit kontroversial, sentuhan pelatih ini cukup berbisa. Manu Meo menjadi tim yang cukup disegani.

Hasan Wahar juga bukan pelatih kelas kaleng-kaleng. Dia punya sederet pengalaman, terutama ketika masih menangani Perseftim Flotim.

Meski hampir 4 tahun istirahat, Hasan Wahar masih punya nyali untuk menukangi sebuah tim. Lembata tidak salah menunjuk pelatih ketika tim tuan rumah sedang dibalut kemelut.

So, publik menunggu suguhan pertandingan berkelas. Sehingga ketika keluar lapangan, mereka boleh berjalan dengan kepala tegak.*** (vicky da gomez)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru