
Sebanyak 8 tim memastikan diri melangkah ke babak 8 besar Liga 3 ETMC XXXI Tahun 2022 di Kabupaten Lembata.
Dari 8 tim tersebut semuanya adalah perserikatan di daerah yang langsung di bawah Askab Kabupaten/Kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebenarnya ada 5 klub sepak bola di NTT yang ikut berpartisipasi. Dua muka lama, Bintang Timur dan Putra Oesao. Tiga pendatang baru, Kristal, Nirwana 04 dan Platina.
Praktis tidak ada klub yang masuk dalam daftar 8 besar. Muka lama mentok di babak penyisihan. Pendatang baru terhenti di babak 16 besar.
Tim yang bertanding pada babak 8 besar adalah Persami Maumere, Persebata Lembata, PS Kota Kupang, Perserond Rote Ndao, Perse Ende, Perseftim Flotim, Persim Manggarai dan Persarai Sabu Raijua.
Komposisi tim 8 besar ini kalau dipisahkan berdasarkan wilayah, maka 5 tim bermarkas di Flores, dan 3 tim di daratan Timor.
Tiga perserikatan dari Pulau Sumba yang ikut berpartisipasi sudah lebih dulu angkat kaki. Persiteng Sumba Tengah dan Juara ETMC 2011 Persada SBD kandas pada babak penyisihan. Juara ETMC 2004 Persewa Waingapu terkunci pada babak 16 besar.
Pada babak 8 besar nanti, dua partai akan mempertemukan 4 tim dari Flores. Persami Maumere kontra Persebata Lembata, dan Perse Ende bentrok Perseftim Flotim. Ini artinya dua tim dari Flores praktis terlempar, dan 2 lainnya melaju ke babak semifinal.
Lalu 1 partai mempertemukan 2 tim dari daratan Timor. PS Kota Kupang berhadapan dengan Perserond Rote Ndao. Dengan demikian 1 tim dari daratan Timor melenggang ke semifinal.
Dan terakhir 1 partai lagi mempertemukan tim dari Flores kontra tim dari daratan Timor. Persim Manggarai menjamu Persarai Sabu Raijua. Semifinalis tentu saja salah satu di antaranya.
Sebagaimana bagan pertandingan, semifinalis yang satu mempertemukan 1 tim dari Flores dan 1 tim dari daratan Timor. Lalu semifinalis lainnya mempertemukan 1 tim dari daratan Flores dan 1 tim entah dari Flores atau daratan Timor.
Konstruksi ini membuka peluang yang sama bagi tim dari Flores dan tim dari daratan Timor untuk memboyong Piala Bergilir ETMC.
Delapan tim yang berlaga di 8 besar, tercatat ada 3 tim yang sama sekali belum pernah mendapat tropi bergilir ETMC, yakni Perserond Rote Ndao, Persarai Sabu Raijua dan tuan rumah Persebata Lembata.
Persami Maumere sudah 3 kali juara, 1976, 1984, dan 2015. PS Kota Kupang 2 kali juara, 2002 dan 2010. Perse Ende 2 kali juara, 1999 dan 2017. Perseftim Flotim 2 kali juara, 1969 dan 2009. Dan Persim Manggarai juara tahun 2005.
El Tari mau nginap di mana? Di Flores kah? Di daratan Timor kah? Ini pertanyaan yang susah-susah gampang.
Delapan tim dengan kualitas yang seimbang, setidaknya itulah yang terlihat pada babak penyisihan dan 16 besar.
Barisan depan, belum terlihat striker haus gol dan “pembunuh”. Catatan koleksi gol yang minim, paling banyak 3 gol, mengibaratkan tidak ada striker yang perlu ditakuti, kecuali pengawalan secara ketat.
Barisan tengah, gelandang serang dan gelandang bertahan, inilah yang akan menjadi pertarungan sesungguhnya.
Perempatfinalis ini memiliki banyak amunisi dari gelandang serang. Terkadang mereka bisa saja tampil mengejutkan. Jika lawan tidak hati-hati, bola justeru bersarang dari kaki mereka.
Pada lini pertahanan, hampir semua tim punya kekuatan bertahan yang mumpuni. Rata-rata baru kebobolan 2-3 gol.
So, pelatih masing-masing tim butuh kerja keras untuk meracik strategi sejitu mungkin.
Fredy MBW, Hasan Wahar, Sukron, Zeth Adoe, Ahmad Paijan, Ignas Hallan, Priyo Handoko, dan Mathias Bisinglasi, mereka sudah malang melintang menjadi arsitek pada turnamen region NTT ini.
Yah, hanya tim yang punya mental bertanding dan didatangi Dewi Fortuna yang bisa keluar sebagai pemenang. Selamat bertanding.*** (vicky da gomez)















