


Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah buku dengan judul Dian Yang Tetap Bercahaya, bakal diluncurkan Kamis (6/10) di Gedung Sikka Convention Center (SCC) Maumere.
Buku setebal 311 halaman ini mengisahkan tentang sosok Romanus Woga, seorang pegiat koperasi. Buku ini membedah Romanus Woga sejak dilahirkan pada 16 Juli 1947, hingga kini menjadi Wakil Bupati Sikka Periode 2018-2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pelaksana Peluncuran Buku Agustinus Romualdus Heni memastikan pihaknya telah mendistribusikan 600 undangan untuk momen bersejarah ini.
“Semua Puskopdit di NTT kami undang, termasuk pejabat pemerintahan, anggota legislatif, tokoh masyarakat, Forkopimda, dan pimpinan partai politik,” jelas Heni Doing di Kantor Puskopdit Swadaya Utama Maumere, Selasa (4/10).

Tokoh Koperasi Dunia
Heni Doing mengatakan Romanus Woga merupakan tokoh koperasi dunia, karena pernah menjadi Wakil Presiden Koperasi Kredit se-Asia, berkedudukan di Bangkok Thailand.
Romanus Woga menjabat Wakil Presiden Koperasi Kredit se-Asia (Asian Confederation of Credit Union = ACCU) selama 2 periode, 2012-2014 dan 2014-2016.
Seluruh hidup Romanus Woga, ujar Heni Doing, totalitasnya untuk gerakan koperasi.
“Lihat saja, sebelum ke Kantor, beliau terlebih dahulu datang ke sini,” ujar Heni Doing.
Mantan Wakil Ketua DPRD Sikka itu mengatakan Dian Yang Tetap Bercahaya merupakan persembahan bagi karya besar Romanus Woga yang tahun ini berusia 75 tahun.
“Sosok seperti Romanus Woga dengan kiprahnya, kalau tidak dilestarikan dalam tulisan, pasti hilang jejak,” ungkap Heni Doing menyebut alasan diterbitkannya buku Dian Yang Tetap Bercahaya.
Sementara itu Manajer Puskopdit Swadaya Utama Fransiscus De Fransu menyebutkan sosok Romanus Woga merupakan warisan nilai yang diharapkan menjadi dian yang tetap bercahaya, terkhusus bagi pegiat-pegiat koperasi.
Heni Doing menambahkan rencana penerbitan buku tentang Romanus Woga semestinya sudah dilaksanakan pada 2 tahun lalu. Namun ditunda karena alasan teknis menyangkut penulis buku.
Rencana mulai dimatangkan kembali setelah Kanis Theobaldus Deki bersedia menjadi penulis buku. Kebetulan penulis ini punya pengalaman menulis buku tentang sejumlah tokoh di NTT.
Dalam kurun waktu 6 bulan, buku ini berhasil diselesaikan, dan kemudian dicetak edisi perdana sebanyak 2.000 eksemplar.
Awalnya launching Dian Yang Tetap Bercahaya dijadwalkan pada 16 Juli 2022, persis Romanus Woga berusia 75 tahun. Namun batal karena alasan internal kegiatan koperasi.
Kemudian dijadwalkan launching pada 20 September 2022, momen 4 tahun Romanus Woga menjadi Wakil Bupati Sikka. Itu pun tidak jadi dilaksanakan.
“Akhirnya kami sepakati launching pada 6 Oktober 2022 lusa. Semua persiapan sudah berjalan baik,” ujar Heni Doing.
Launching Dian Yang Tetap Bercahaya akan didahului dengan Perayaan Ekaristi Kudus. Dua petinggi gereja dipastikan hadir, yakni Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu dan Uskup Weetebula Mgr Edmund Woga, yang adalah adik kandung Romanus Woga.

6 Bab
Buku Dian Yang Tetap Bercahaya berisikan 6 bab. Bab pertama, Permata Hewokloang, mengisahkan Romanus Woga sejak kecil hingga tamat SLTA.
Selanjutnya tiga bab membedah sepak terjang Romanus Woga dari Credit Union hingga Wakil Presiden Koperasi Kredit se-Asia.
Pada bab kelima buku ini, terdapat 33 kontributor tulisan. Mereka dengan sudut pandang masing-masing memberikan pandangan, pikiran dan pendapat tentang sosok Romanus Woga.
Para kontributor ini dengan latar belakang berbeda-beda, seperti pegiat koperasi, tokoh gereja, akademisi, dan masyarakat biasa.
Banyak hal menarik yang diungkapkan kontributor tentang sosok Romanus Woga.
Ranjith Hettiarachchi, misalnya, menyebut Romanus Woga sebagai A Good Community Leader.
Seorang peneliti pada Chandraditya, Pater Dr John Prior, SVD, — kini sudah meninggal — menyebut Romanus Woga adalah contoh sukses yang disekolahkan Pater Heinrich Bolen.
Lain lagi pendapat Agust G Thuru, yang menyebut Romanus Woda Itu Manusia Langka. Atau Maria Anastasi Florida yang berpendapat Romanus Woga merupakan sosok pemimpin yang sempurna.
Kosmas Lawa Bagho, menilai Romanus Woga sebagai orang sederhana dengan segudang prestasi.
Buku Dian Yang Tetap Bercahaya akan dilempar ke pasaran dengan harga Rp 200 ribu per eksemplar. Sebelum launching resmi, setidaknya 400 eksemplar sudah terjual.*** (eny)















