

Maumere-SuaraSikka.com: Dugaan korupsi dana belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 di Kantor BPBD Sikka masih bergulir ramai.
Kabar terbaru, 7 pejabat, seorang sopir, dan Tim Verifikasi Pertanggungjawaban Dana BTT Inspektorat Sikka dipanggil menghadap BPK Perwakilan NTT di Kupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar terbaru ini menyusul beredarnya surat Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara BPK RI yang berkedudukan di Jakarta.
Surat dengan Nomor 153/S/XIII/10/2022 tertanggal 17 Oktober 2022 ditandatangani Akhmad Henang Hernady selaku Kepala Direktorat Utama Pembinaan dan Pengembangan Hukum Pemeriksaan Keuangan Negara BPK RI.
Pemanggilan menghadap para pejabat, sopir dan Tim Verifikasi Pertanggungjawaban dalam kaitan dengan pembahasan kasus kekurangan uang negara pada BPBD TA 2021.
Pejabat yang dipanggil menghadap adalah Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, mantan Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir, bendahara pengeluaran pembantu BTT Maria Reneldis Lebi, Inspektur Sikka Germanus Goleng, Kepala BPKAD Sikka Paulus Prasetyo, Direktur PDAM Sikka Agustinus Boy Satrio, Kabag Keuangan PDAM Sikka, dan sopir Sekda Sikka.
Menurut surat yang beredar, pemanggilan menghadap dijadwalkan 2 hari yakni Selasa-Rabu (18-19/10).
Mantan Kepala BPBD Sikka Mohammad Daeng Bakir dan Maria Reneldis Lebi dijadwalkan menghadap pada Selasa (18/10) siang.
Selanjutnya pejabat yang lain, sopir dan Tim Verifikasi Pertanggungjawaban dijadwalkan Rabu (19/10).
Khusus untuk agenda Rabu (19/10), dibagi dalam 3 sesi. Inspektur Sikka Germanus Goleng, Kepala BPKAD Sikka Paulus Prasetyo, dan Tim Verifikasi Pertanggungjawaban sesi tersendiri.
Lalu berikutnya Direktur PDAM dan Kabag Keuangan PDAM. Dan sesi terakhir Sekda Sikka bersama sopir dan Maria Reneldis Lebi.
Bendahara Pengeluaran Pembantu BTT pada BPBD Sikka Maria Reneldis Lebi yang dihubungi media ini memastikan dipanggil menghadap ke BPK Perwakilan NTT di Kupang.
Media ini mendapat informasi, pemanggilan ini masih ada kaitan dengan pemanggilan oleh BPK RI pada 14 September 2022 lalu.
Waktu itu 4 pejabat yang dipanggil menghadap yakni Maria Reneldis Lebi, Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera, Kepala Inspektorat Sikka Germanus Goleng dan Kepala BPBD Yohanes Laba.*** (eny)















