

Maumere-SuaraSikka.com: Sebuah isu tidak sedap muncul di sekitar persoalan PD Mawarani. Terbetik kabar ada makelar yang hendak menjual murah perusahaan milik Pemkab Sikka itu.
Isu munculnya makelar ini diungkapkan Anggota Fraksi PKB DPRD Sikka Simon Subandi Supriadi Supriadi melalui Pendapat Akhir Fraksi terhadap Penetapan Perubahan APBD Sikka TA 2022, Selasa (18/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Simon Subandi Supriadi mengaku pada Senin (17/1) dia ditelepon oleh seorang pengusaha yang memberi kabar akan mengelola PD Mawarani melalui mekanisme Kerja Sama Operasional (KSO).
Pengusaha ini menelepon Simon Subandi Supriadi dalam rangka meminta bantuan untuk mendukung niatnya tersebut.
Anggota Dewan ini sempat kaget mendengar informasi tersebut. Dia beralasan selama ini pemerintah dan DPRD Sikka tidak pernah berencana meng-KSO-kan PD Mawarani.
Simon Subandi Supriadi kemudian menggali informasi lebih jauh dari pengusaha. Dari situ dia bisa memastikan pengusaha yang hendak melakukan KSO mendapat informasi dari seorang oknum.
Ternyata oknum yang kemudian diistilahkan sebagai makelar, meminta biaya Rp 5 juta guna melancarkan proses KSO.
Usai sidang paripurna, Simon Subandi Supriadi menjelaskan bahwa pengusaha yang meneleponnya mengaku oknum makelar akan melakukan lobi kepada pemerintah untuk meng-KSO-kan PD Mawarani kepada pengusaha tersebut.
“Oknum makelar ini malah meminta pengusaha segera masukkan profil perusahaan melalui dia. Sekalian serahkan uang Rp 5 juta sebagai jaminan. Jika tidak terealisasi uang akan dikembalikan,” jelas Simon Subandi Supriadi.
Terhadap hal ini Simon Subandi Supriadi mengingatkan pengusaha tersebut agar berhati-hati karena bisa saja yang dilakukan oknum makelar adalah bentuk penipuan.
“Saya bilang sama pengusaha itu, kami belum pernah bahas soal KSO. Justeru sebaliknya kemungkinan ada hibah dana, itu pun belum dibahas,” ujar dia.
Terkait identitas oknum makelar, Simon Supriadi Subandi merahasiakan. Ketika ditanya apakah oknum tersebut adalah internal PD Mawarani, dia menggeleng kepala.
Begitu juga ketika disinggung dugaan oknum makelar adalah pegawai negeri atau tim sukses, Simon Subandi Supriadi tidak menjawabnya.
Awalnya Simon Subandi Supriadi keberatan menyebut nama oknum makelar. Namun akhirnya dia menyampaikan initial oknun makelar yakni O.
Dugaan kuat O memanfaatkan situasi kritis PD Mawarani untuk mendapatkan keuntungan. Sebagaimana diketahui PD Mawarani yang menjalankan bisnis SPBU, saat kini seperti hidup enggan mati tak mau. Sudah lebih dari 4 bulan SPBU Mawarani ditutup karena alasan gangguan teknis.*** (eny)















