
Maumere-SuaraSikka.com: Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo bertekad melakukan efisiensi anggaran secara besar-besaran.
Tekad ini disampaikan Bupati Sikka saat rapat paripurna bersama DPRD Sikka, Jumat (18/11) malam. Paripurna itu sendiri dengan agenda Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas RAPBD TA 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rencana efisiensi anggaran ini menyusul sikap politik Fraksi PAN yang mendorong pemerintah menganggarkan defisit nol.
Sekretaris Fraksi PAN Charles Filario Betrandi menilai postur RAPBD 2023 yang diajukan pemerintah tidak menunjukkan kualitas bagi rakyat karena sisa lebih anggaran terhitung sebesar Rp 40.500.000.
“Pemerintah harus menganggarkan defisit nol,” ujar dia.
Untuk mencapai defisit nol, saran Fraksi PAN yakni kegiatan belanja operasional yang bisa ditunda, sebaiknya didrop. Fraksi PAN mencontohkan belanja perjalanan dinas, jika tidak penting dan mendesak, maka tidak perlu dilakukan.
Begitu juga terhadap belanja pegawai yang tidak wajib, Fraksi PAN menyarankan untuk didrop saja.
Bupati Sikka menjelaskam bahwa dengan adanya kebijakan alokasi DAU 2023 dari pemerintah pusat, dan berdasarkan PPAS 2023, Pemkab dan DPRD Sikka sudah mengalokasikan anggaran minimal untuk semua SKPD.
Dia mengatakan pemerintah punya harapan yang sama untuk dapat menyajikan struktur APBD 2023 dengan defisit nol. Akan tetapi hal ini belum bisa dilakukan pada RAPBD 2023.
Bupati Sikka menambahkan anggaran belanja dengan nilai cukup besar yang diakomodir pada APBD 2023 adalaj penyesuaian besaran honor tenaga kontrak sesuai UMP, yang membutuhkan tambahan alokasi angharan sebesar Rp 11.205.600.000.
Menurut dia, kebijakan ini dilakukan untuk melanjutkan penyesuaian besaran honor tenaga kontrak yang telah disepakati Pemkab dan DPRD Sikka pada Perubaham APBD 2022 lalu.
Terhadap sikap Fraksi PAN, Bupati Sikka serta merta berencana melakukan efisiensi anggaran sehingga bisa menghasilkan defisit nol.
“Kita lakukan efisiensi besar-besaran, termasuk anggaran perjalanan dinas pada DPRD Sikka,” timpal Bupati Sikka.
Pembiayaan Daerah
Sebelumnya dalam Pidato Pengantar tentang RAPBD 2023, Bupati Sikka menggambarkan kondisi pembiayaan daerah untuk tahun 2023.
Penerimaan pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 73.550.000.000, terdiri dari Silpa TA 2022 sebesar Rp 58.550.000.000, dan penerimaan Silpa Pembentukan Dana Cadangan Tahun 2022 sebesar Rp 15 miliar.
Sementara pengeluaran pembiayaan daerah dianggarkan sebesar Rp 33.050.000.000. Beberapa komponen yang termasuk di dalamnya yakni dana cadangan Pilkada 2023 sebesar Rp 10 miliar, dan penganggaran kembali dana cadangan Pilkada anggaran 2022 sebesar Rp 15 miliar.
Komponen lain yaitu penyertaan modal daerah kepada PT Bank NTT sebesar Rp 2,5 miliar, penyertaan modal daerah kepada Perumda Air Minum Wair Puan sebesar Rp 2,5 miliar, dan pembayaran cicilan pokok pinjamam daerah kepada PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar Rp 3.050.000.000.
Dengan demikian selisih antara penerimaam pembiayaan daerah dan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp 40.500.000.000, merupalan nilai pembiayaan netto untul membiayai defisit APBD 2023.*** (eny)















