Bendahara BTT Siap Masuk Penjara, Asalkan Jaksa Bisa Buktikan Penyalahgunaan Keuangan

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 23 November 2022 - 19:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 65 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maria Reneldis Lebi, Bendahara Pengeluaran Pembantu BTT pada Kantor BPBD Sikka

Maria Reneldis Lebi, Bendahara Pengeluaran Pembantu BTT pada Kantor BPBD Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus dugaan tindak pidana korupsi dana belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 di Kantor BPBD Sikka masih dalam tahap penyidikan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri Sikka.

Cepat atau lambat, Kejari Sikka akan menetapkan tersangka kasus ini. Diduga kuat penetapan tersangka akan diumumkan pada Desember mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Seksi Intelijen Kajari Sikka Ibrahim memastikan perkara dugaan korupsi BTT masih sedang ditangani Tim Penyidik.

“Masih menunggu penghitungan kerugian negara dari Inspektorat Propinsi NTT,” jelas Ibrahim, Rabu (23/11).

Nama Maria Reneldis Lebi, antara lain selalu dikaitkan dengan kasus dugaan korupsi dana BTT. Bendahara Pembantu Pengeluaran BTT pada BPBD Sikka itu sudah tidak terhitung dimintai keterangan sebagai saksi oleh Tim Penyidik.

Reneldis Lebi menyadari sungguh jabatannya sebagai bendahara pengeluaran pembantu, rentan dengan kasus ini. Sejak kasus tersebut terungkap ke publik, dia mengaku sangat siap menghadapinya.

“Di depan jaksa saya sudah bilang, saya siap masuk penjara, asalkan jaksa bisa membuktikan penyalahgunaan keuangan yang dituduhkan kepada saya,” ungkap Reneldis Lebi di Kantor BPBD Sikka, Rabu (23/11).

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Dalam laporan hasil pemeriksaan (LHP), BPK Propinsi NTT menyebutkan pengelolaan BTT pada BPBD Sikka tidak tertib.

Lembaga auditor negara ini menemukan sisa kas yang belum disetorkan ke Kas Daerah dan Kas Negara sebesar Rp 988.765.648.

Temuan ini melibatkan 3 pihak yakni bendahara dalam hal ini Reneldis Lebi sebesar Rp 890.095.874, pihak ketiga sebesar Rp.97.714.744, dan PNS bukan bendahara sebesar Rp 955.000.

Reneldis Lebi meyakini sekali dia tidak melakukan penyalahgunaan keuangan sebesar Rp 890.095.874 sebagaimana temuan BPK Propinsi NTT.

“Kalau saya saja, murni sekitar Rp 28 juta. Dan ini saya sudah sampaikan ke auditor BPK Propinsi NTT,” ujar dia.

Lebih dari itu, ujar dia, dugaan kasus korupsi BTT lebih cenderung kepada persoalan kebijakan dan kesalahan administrasi.

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Dia memberi contoh, misalnya diperintahkan membayar kepada rekanan, baik itu kegiatan fisik maupun non fisik. Masalahnya, kata dia, dokumen yang diajukan tidak lengkap.

Apalagi, bendahara pembantu pengeluaran ini tidak memegang dokumen kontrak proyek-proyek fisik yang nilainya cukup besar.

Contoh lain, sebut dia, yakni pembayaran insentif Tim Monitoring. Dia sendiri tidak mengetahui dan memegang SK Tim Monitoring.

“Tapi karena ini perintah, yah saya laksanakan saja,” ujar dia.

Reneldis Lebi menangkap kesan dia dikorbankan pada kasus dugaan korupsi BTT. Apalagi jika membayangkan bagaimana kerelaan dan pengorbanannya menandatangani Surat Keterangan Tanggung Jawab Mutlak (SKTJM).

“Dengan tanda tangan SKTJM, saya sudah selamatkan wajah pemerintah. Kan pada akhirnya kita dapat WTP. Tapi tetap saja saya dikorbankan,” ujar dia dengan wajah kecewa.

Reneldis Lebi mengaku saat kini sedang menunggu hasil penyidikan Tim Kejaksaan. Dia berharap proses hukum memberikan keadilan bagi dirinya.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru