Rabies Ancam Flores-Lembata, Penanganan Masih Pasang Surut

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 16 Desember 2022 - 09:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 65 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi Penanggulangan Rabies, Rabu (14/12) di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka

Rapat Koordinasi Penanggulangan Rabies, Rabu (14/12) di Aula Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Penyakit rabies masih menjadi ancaman bagi warga di Pulau Flores da Lembata. Sementara itu penanganannya justeru berbanding terbalik, karena masih pasang surut.

Pada tahun ini, setidaknya terdapat 9 kasus kematian akibat rabies di Flores-Lembata. Kasus kematian paling banyak terjadi di Kabupaten Flores Timur yakni 5 kasus. Sedangkan masing- masing 1 kasus di Ende, Nagekeo, Manggarai dan Manggarai Barat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi memprihatinkan ini mendorong digelarnya kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Rabies. Rakor semacam ini juga ternyata vakum selama 2 tahun, karena penanganan kesehatan lebih fokus menyikapi pandemi Covid-19.

Rakor Penanggulangan Rabies diinisiasi oleh Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Sejumlah praktisi dan pemerhati kesehatan dari berbagai daerah di Flores, terutama dokter-dokter hewan, hadir di Aula Dinas Pertanian Sikka, Rabu (14/12).

Kabid Keswan Dinas Peternakan NTT drh Melky Ansar sedang mrmbawakan materi

Tampak hadir drh Melky Ansar dan drh Zulkifli Tabali dari Dinas Peternakan NTT. Hadir juga drh Joko Daryono dari Australia Indonesia Health Security Partnership (AIHSP).

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Dinas Pertanian dan Peternakan Flotim diwakili Simon Nani, drh Vian K Tokan, dan drh Maria Hoa Kerans. Lalu Rismawaty Yunus dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata. Dari Dinas Pertanian Ende hadir drh Said K Djohan, dan
drh Fransiskus XPG Bethana dari Dinas Peternakan Nagekeo.

Dari Kabupaten Sikka hadir berbagai elemen dan unsur, baik dari Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, juga sejumlah aktifis dari LSM.

Tampak terlihat juga pegiat-pegiat kesehatan seperti Ketua Komite Rabies Flores-Lembata Wera Damianus, Sekretaris Komite Rabies Flores-Lembata Dokter Asep Purnama, dan mantan Wabup Manggarai drh Maria Gerong.

Diskusi dalam Forum Rakor Penanggulangan Rabies, berlangsung menarik. Terungkap sejumlah kompleksitas masalah penanggulangan rabies di Flores.

Kabid Keswan Propinsi NTT Melky Ansar merincikan sejumlah permasalahan dalam penanggulangan rabies di Flores, seperti populasi real HPR, ketersediaan vaksin, titer antibodi post vaksinasi yang masih rendah, pelaporan berjenjang, pemahaman masyarakat, kontrol populasi, dan keterlibatan masyarakat dalam program vaksinasi.

Baca Juga :  Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Salah satu masalah yang juga tidak kalah serunya yakni alokasi anggaran. Hampir semua daerah di Flores mengeluh karena rendahnya keberpihakan anggaran.

Forum Rakor Penanggulangan Rabies bersepakat menggelorakan gerakan bersama untuk mengatasi permasalahan-permasalahan dalam upaya melawan rabies.

Ketua Komite Rabies Flores-Lembata Wera Damianus

Gerakan bersama ini melibatkan semua unsur. Ketua Komite Rabies Flores-Lembata Wera Damianus menyebut setidaknya 5 unsur yang perlu terlibat serius dalam gerakan bersama.

Lima unsur tersebut yakni pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat, dan media massa.

Menurut mantan Wakil Bupati Sikka itu, 5 unsur tersebut sangat penting terlibat, dengan peran fungsi dan kapabilitas masing-masing.

Dia meyakini sangat, jika gerakan bersama dilaksanakan secara maksimal maka pencegahan dan penanggulangan rabies di Flores-Lembata dapat berjalan dengan baik pula.

Rakor Penanggulangan Rabies dibuka Wakil Bupati Sikka Romanus Woga. Pada momen penting itu, Wabup Sikka mengajak semua pihak bergandengan tangan menanggulangi rabies.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru