




Maumere-SuaraSikka.com: Suasana haru terlihat ketika Yanto Wijaya, Ketua Perhimpunan Indonesia Tiinghoa (INTI) Kabupaten Sikka menyalurkan sembako Natal dan Tahun Baru, Kamis (22/12).
Imakulata Nona, perempuan yang setiap hari bekerja sebagai pengumpul batu dan pasir, tak kuasa meneteskan air mata kala menerima bantuan sembako.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga Kelurahan Madawat Kecamatan Alok ini mengaku terharu karena mendapat perhatian dari INTI Sikka kepada orang-orang tidak mampu, termasuk dirinya.
“Saya hanya seorang pengumpul batu dan pasir. Pendapatan tidak seberapa. Terima kasih INTI Sikka sudah meringankan beban kami menyambut Natal dan Tahun Baru,” ujar dia ketika diberikan kesempatan berbicara mewakili para para penerima bantuan.
Tidak terasa air mata menetes dan membasahi pipi janda berusia 47 tahun itu. Meski demikian dia tampak tegar menguasai emosionalnya.
Perempuan ini setiap hari bekerja sebagai pengumpul batu dan pasir. Material itu diambil dari kali yang tidak jauh dari rumah tinggalnya.
Batu dan pasir dikumpul secara terpisah. Biasanya dia masukkan ke bekas sak semen, kemudian dijual. Lokasi penjualan di Jalan Wairklau, persis di samping jembatan.
Dia mengatakan tidak punya kemampuan berusaha pada bidang lain. Persoalannya karena tidak punya dukungan modal.
Imakulata Nona bersama 17 janda di Kelurahan Madawat mendapat bantuan sembako dari INTI Sikka. Sembako yang diterima antara lain 5 kilogram beras, 1 papan telur ayam, indomi, sarimie, kopi, dan gula.
Secara umum INTI Sikka menyalurkan 50 paket bantuan sembako kepada para janda, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dan keluarga tidak mampu.
Yanto Wijaya mengatakan bantuan sembako tersebut sebagai bentuk berbagi kasih Pengurus INTI Sikka dalam menyambut Natal dan Tahun Baru.*** (eny)



















