30 Ekor Babi Mati di Flotim, Bukan Didatangkan dari Bali

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 18 Januari 2023 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 145 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar Dr. Hary Suhada, S.Pt,M.Sc

Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar Dr. Hary Suhada, S.Pt,M.Sc

Maumere-SuaraSikka.com: Kasus 30 ekor babi mati di Kabupaten Flores Timur, cukup meresahkan. Apalagi diberitakan babi yang mati tersebut didatangkan dari Bali.

Kepala Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Denpasar Dr. Hary Suhada, S.Pt,M.Sc, terpaksa harus angkat bicara terhadap simpang siurnya berita tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditemui di Go Hotel Maumere, Rabu (18/1), Hary Suhada menegaskan babi yang mati di Flotim bukan didatangkan dari Bali.

“Saya mau pastikan 30 ekor babi yang mati di Flotim, bukan didatangkan dari Bali,” ujar dia tegas.

Dia menjelaskan Bantuan Ternak Babi Tahun Anggaran 2022 sejumlah 300 ekor dan pakan ternak babi sejumlah 18 ton,  merupakan aspirasi dari Anggota DPR RI Dapil NTT 1 Julie Sutrisno Laiskodat.

Bantuan tersebut dilaksanakan oleh Satker BPTU-HPT Denpasar Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian.

Bantuan ini dialokasikan untuk Kabupaten Flores Timur, Sikka, Ende, Ngada, Nagekeo, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Para pemangku kesehatan hewan sedang koordinasi sehubungan simpang siurnya informasi kasus babi mati di Flotom

Hingga Rabu (18/1) bantuan ternak yang telah didistribusikan berjumlah 150 ekor. Rinciannya Flores Timur 50 ekor didistribusi tanggal 19 Desember 2022, lalu Kabupaten Sikka 50 ekor didistribusi tanggal 19 Desember 2022, dan Ende 50 ekor didistribusi tanggal 12 Januari 2023.

Hary Suhada selaku Kepala BPTU-HPT Denpasar memastikan semua ternak babi bantuan tersebut berasal dari wilayah Propinsi NTT.

Dia menegaskan ternak babi yang sudah didistribusikan ke 3 kabupaten tersebut, semuanya dalam keadaan sehat.

Hal ini, ujar dia, dibuktikan dengan sertifikat veteriner (Surat Keterangan Kesehatan Hewan) dan Sertifikat Pelepasan Karantina Hewan.

“Sehingga dapat dipastikan ternak didistribusikan dalam keadaan sehat,” tegas dia.

Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTT drh. Melky Angsar

Sementara itu Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Propinsi NTT drh. Melky Angsar, M.Sc memastikan tidak ada babi yang diambil dari luar Propinsi NTT.

Dia meyakini sekali karena adanya Instruksi Gubernur Nomor 01/Disnak/2022 yang melarang Pemasukan Ternak Babi dari luar NTT ke dalam wilayah NTT.

Baca Juga :  SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan

Melky Angsar menambahkan sebelum ternak babi didistribusikan, telah dilakukan uji laboratorium dengan metode PCR untuk penyakit ASF.

“Hasil uji menunjukkan negatif,” ujar dia.

Melengkapi hal ini, Medik Veteriner Madya BBVet Denpasar Dr. drh. I Nyoman Dibia, M.P. memastikan uji tersebut dilakukan di Laboratorium UPTD Veteriner NTT yang terakreditasi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur Sebas Sina Kleden mengungkapkan sebanyak 30 ekor babi di Kabupaten Flores Timur, mati dalam waktu sebulan terakhir.

Berdasarkan sampel yang diperiksa, babi tersebut positif mengandung virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika.

Sebas Sina Kleden mengatakan seluruh anakan babi yang mati tersebut merupakan bantuan dari Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian untuk tiga kelompok peternak di Flores Timur.

Babi tersebut dikirim dari Bali melalui Satuan Kerja (Satker) Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijaukan Pakan Ternak Denpasar.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru