Maumere-SuaraSikka.com: Pengelolaan Dana Penyertaan Modal Rp 6.750.000.000 kepada Perumda Air Minum Wair Puan kini memulai babak baru. Hasil kerja Panitia Khusus (Pansus) sudah masuk ke Kejaksaan Negeri Sikka.
Hasil kerja Pansus tersebut diantar langsung Pimpinan DPRD Sikka beserta Pimpinan dan anggota Pansus, Jumat (27/1) pagi.
Dari Pimpinan DPRD Sikka tampak hadir Ketua DPRD Donatus David dan Wakil Ketua DPRD Gorgonius Nago Bapa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara dari Pansus, terlihat Ketua Pansus Alfridus Melanus Aeng, Wakil Ketua Pansus Fabianus Toa, dan beberapa anggota Pansus seperti Fransiskus Ropi Sinde, Yoseph Don Bosko, Wenseslaus Wege, dan Ferdinandus Mboi.

Rombongan legislatif diterima Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fatoni Hatam di ruang pertemuan Kantor Kejaksaan Negeri Sikka.
Dokumen hasil kerja Pansus diserahkan Ketua DPRD Sikka Donatus David dan diterima Kepala Kejaksaan Negeri Sikka Fatoni Hatam.
Donatus David pada kesempatan itu menjelaskan Pansus Perumda Air Minum Wair Puan telah bekerja selama 6 bulan dan melaporkan hasil kerja pada rapat paripurna.
“Rekomendasi yang disampaikan pada saat itu bahwa seluruh persoalan dibawa ke APH, sehingga pagi hari ini kami datang ke sini untuk menyerahkan hasil kerja Pansus,” ujar Donatus David.
Dia berharap Kejaksaan Negeri Sikka, sebagaimana proseduralnya, bisa menindaklanjuti hasil kerja Pansus.
Fatoni Hatam mengapresiasi kepercayaan DPRD Sikka kepada Kejaksaan Negeri Sikka.
Meski demikian, dia mengaku belum bisa memastikan menindaklanjuti hasil kerja Pansus. Pasalnya, persoalan yang sama permah diadukan ke Polres Sikka.
Fatoni Hatam berjanji terlebih dahulu akan bersurat kepada Kapolres Sikka guna memastikan status perkara Perumda Air Minum Wair Puan.

Negara Rugi Rp 2,8 Miliar
Pansus Perumda Wair Puan di DPRD Sikka menemukan kerugian negara senilai Rp 2.851.368.570,04 pada pengelolaan dana penyertaan modal Program Hibah Air Minum Perkotaan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) TA 2020.
Setidaknya terdapat 7 item kerugian negara. Pertama, pengadaan pipa dan aksesoris untuk 2.250 SR-MBR senilai Rp 251.108.761,61.
Kedua, pengadaan pipa dan aksesoris untuk jaringan pipa transmisi senilai Rp 296.196.967.
Ketiga, pengadaan pipa dan aksesoris untuk jaringan pipa distribusi senilai Rp 271.308.841,43.
Keempat, pengalihan beban biaya administrasi pelanggan kepada dana penyertaan modal senilai Rp 663.660.000.
Kelima, terjadi kesalahan teknik pemasangan dan penerapan kriteria senilai Rp 375.000.000.
Keenam, pengadaan pipa dan aksesoris untuk jaringan pipa transmisi Rp 789.194.000.
Dan ketujuh, pengadaan mobil pikap L-300 senilai Rp 204.900.000.
Penyertaan modal untuk program ini sebesar Rp 6.750.000.000 untuk 2.250 sambungan rumah MBR.
Pansus Perumda Wair Puan bekerja sejak Nopember 2021 hingga akhir Agustus 2022. Terjadi beberapa kali perpanjangan masa kerja, karena masih membutuhkan waktu kerja dalam rangka memanggil para pihak.
Dalam rentang waktu 10 bulan kerja, Pansus Perumda Wair Puan melaksanakan sejumlah kegiatan seperti mengumpulkan bahan dan keterangan (pulbaket), konsultasi ke Ditjen Cipta Karya Kementerian PUPR, konsultasi pada BPKP NTT, pulbaket kepada rekanan dan PT Langgeng, peninjauan lapangan dan uji petik, serta pemanggilan para pihak.*** (eny)















