Maumere-SuaraSikka.com: Tim Audit Inspektorat Propinsi NTT sudah 4 bulan melakukan Perhitungan Kerugian Negara (PKN) terkait dugaan korupsi belanja tidak terduga (BTT) TA 2021 di Kantor BPBD Sikka.
Namun sampai detik ini, hasil audit tersebut belum saja turun. Kondisi ini membuat Kejaksaan Negeri Sikka belum bisa bekerja secara maksimal, termasuk menetapkan tersangka perkara tersebut.
Menyikapi fakta ini, Koordinator Jaringan Hak-Hak Azasi Manusia (HAM) Kabupaten Sikka Siflan Angi menduga adanya konspirasi elit yang menjegal hasil audit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini sudah 4 bulan ko hasil audit investigasi belum turun. Ada apa? Kita duga ada konspirasi sehingga hasil audit belum disampaikan kepada Kejaksaan,” ungkap Siflan Angi saat aksi unjuk rasa Jaringan HAM ke Kantor Kejaksaan Negeri Sikka, Senin (30/1).
Konpirasi elit yang dia maksudkan diduga dimainkan oleh oknum-oknum Inspektorat NTT dengan pihak-pihak yang diduga terlibat pada kasus dugaan korupsi BTT.
Kajari Sikka Fatoni Hatam saat dialog dengan massa aksi, memastikan pihaknya akan berangkat ke Kupang pada Rabu (2/2) nanti untuk bertemu Tim Audit Inspektorat Propindi NTT.
Langkah bertemu Tim Audit, ujar dia, untuk mendorong dan mempercepat agar hasil audit bisa diserahkan ke Kejaksaan Negeri Sikka. *** (eny)















