Maumere-SuaraSikka.com: Setelah dua kali gagal lelang, Proyek Pembangunan Jaringan Air IKK Kecamatan Paga Mata Air Ijukutu akhirnya berhasil dikerjakan.
Sialnya, pekerjaan proyek ini malah berbuntut gagal. Pasalnya proyek senilai Rp 4.205.065.378, ternyata hingga 31 Desember 2022 baru mencapai realisasi fisik 0,04 persen.
Pelaksana kegiatan adalah CV Varanus Cipta Perkasa, sebuah perusahaan jasa konstruksi yang beralamat di Jalan Kolombeke Kelurahan Nangalimang Kecamatan Alok Timur Kabupaten Sikka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah ini dikerjakan pada awal September 2022 dengan masa akhir pekerjaan pada 5 Januari 2023. Hingga saat deadline waktu, progress pekerjaan mentok pada 0,04 persen.
Pejabat Pembuat Komitmen Nong Buyung Dekresando saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Sikka, Selasa (7/2), menjelaskan pihaknya akan mengambil langkah-langkah teknis terhadap kondisi ini.
Dia mengaku sudah mengoordinasikan hal tersebut kepada pihak asuransi di Kupang untuk mengetahui klaim jaminan. Koordinasi dilakukan, kata dia, dalam rangka pertimbangan pemutusan kontrak.
Setelah koordinasi, ternyata pihak asuransi belum mengetahui persoalan proyek ini. Sehingga disarankan untuk mengikuti mekanisme.
Terkait ini, kata Nong Buyung Dekresando, pihaknya telah melakukan perpanjangan kontrak selama 50 hari, hingga 24 Pebruari 2023.
“Senin ini kami panggil rekanan untuk SCM 3. Kalau rekanan tidak bisa berikan keyakinan kepada kami, yah kami akan putus kontrak,” jelas dia.
Menurut Nong Buyung Dekresando, Proyek Air Minum Ijukutu ini terkendala akibat kurangnya modal yang dimiliki kontraktor pelaksana.
Sementara media ini mendapat informasi bahwa pelaksana kegiatan telah memperokeh uang muka senilai Rp 630.759.807. Nong Buyung Dekresando sendiri tidak tahu pemanfaatan uang muka tersebut.*** (eny)















