Maumere-SuaraSikka.com: Pemilu 2024 sudah di ambang mata. Perindo, salah satu partai politik peserta Pemilu, sepertinya tidak main-main. Partai politik besutan Harry Tanoesodibjo mulai serius menatap Senayan.
Untuk Dapil 1 NTT, dikabarkan Perindo akan menjagokan Stefanus Roy Rening. Bagi masyarakat NTT, khususnya Flores Lembata dan Alor, tentu tidak asing dengan nama Stefanus Roy Rening.
Pengacara kondang dan pemerhati hukum pidana ini, merupakan pengacara yang cerdas dan sangat teguh dalam berprinsip. Dia pernah terlibat membela kliennya pada perkara-perkara penting.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kiprah Roy Rening di dunia penegakan hukum dan keadilan sudah dikenal luas sejak menangani kasus hukuman mati Fabianus Tibo cs sebagai dampak dari peristiwa Kerusuhan Poso.
Selain itu, dia pernah juga terlibat sebagai Kuasa Hukum Romo Frans Aamanue, Pr, (Alm) di PN Larantuka ketika diadukan sebagai tersangka.
Roy Rening pernah juga harus bolak-balik Jakarta-Maumere, ketika sebagai Kuasa Hukum dalam sidang Peninjauan Kembali kasus hukuman mati atas nama Herman Jumat Masan.
Atas pertimbangan hukum Peninjauan Kembali yang diajukannya, dalam putusannya Mahkamah Agung menerima dan hukuman diringankan, dari hukuman pidana mati menjadi pidana seumur hidup.
Pria pendiri Kantor Hukum berlabel SRR Law Firm & Partners ini, kini tengah mendampingi Lukas Enembe, Gubernur Papua, sebagai salah satu kliennya.
Jalur politik, bukan hal yang baru bagi Roy Rening. Terakhir, penulis buku Politik Hukum PK dan Perlindungan HAM di Indonesia, pernah memimpin Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI), dan sempat menjadi peserta Pemilu 1999.
Vakum selama 15 tahun, kini Roy Rening turun gunung melalui Perindo. Spiritnya belum berubah, masih tetap sama, yakni berjuang demi kemanusiaan.
Kepercayaan yang diberikan Perindo kepada Roy Rening, langsung disikapi serius. Roy Rening mulai melancarkan misi politiknya membawa rakyat NTT menuju sejahtera.
Pria blasteran Flores dan Tana Toraja itu mulai menyambangi Maumere, ibukota Kabulaten Sikka, Kamis (8/3) petang.
Seperti orang yang sedang turun gunung, dia seakan menegaskan history sebagai Anak Nian Tana, karena ayahnya asli berdarah Kewapante, salah satu kecamatan di Kabupaten Sikka.
“Roy Rening ke Kabupaten Sikka untuk meminta restu leluhur dan masyarakat Kabupaten Sikka terkait niat mulianya berjuang demi masyarakat NTT melalui Partai Perindo,” demikian disampaikan Emanuel Herdiyanto M.G, selaku Koordinator Wilayah Sahabat Roy Rening.
Roy Rening yang datang dari Jakarta, tiba di Bandara Frans Seda pukul 16.30 Wita. Dia didampingi tokoh Perindo NTT, Jefri Riwu Kore, yang juga adalah mantan Walikota Kupang, beserta seluruh tim kerja yang tergabung dalam Sahabat Roy.
Maumere menyambut Roy Rening dengan penuh bersahabat. Prosesi huler wair dan pengalungan selendang bercorak adat Sikka oleh Sahabat Roy Rening Sikka, menyambut ramah kehadiran dan misi yang akan diperjuangkan pria kelahiran Makasar 27 Pebruari 1967 itu.
Di Maumere, Roy Rening dijadwalkan bertemu Uskup Maumere Mgr Edwaldus Martinus Sedu. Dia juga berkesempatan akan berdialog bersama keluarga besar Sahabat Roy Rening Kabupaten Sikka.
Dari Maumere, Roy Rening akan bertolak ke Flores Timur. Di Nagi Tana Kota Reinha, Roy Rening akan bertemu Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung.
Menurut Emanuel Herdiyanto, hadirnya Roy Rening dalam kontestasi Pileg DPR RI, bukan berarti mau menegasikan peran wakil rakyat asal NTT yang kini duduk sebagai legislator di Senayan.
Roy Rening datang dengan warna baru, sekaligus mendorong perubahan Propinsi NTT yang semakin maju ke depan.
“Dengan kapasitas intelektual dan pengalaman yang dimiliki, kami yakin Roy Rening mampu berperan dan menjawab harapan masyarakat NTT yang selama ini belum terjawab melalui jalur legislator,” yakin Emanuel Herdiyanto.
Usai diterima di Bandara Frans Seda, Roy Rening tampak mencicipi kopi panas dan stik pisang goreng di Cafe Rindu Lokaria.
Dia pun terlibat diskusi santai bersama sejumlah wartawan yang tergabung dalam Aliansi Wartawan Sikka.*** (eny)















