Jakarta-SuaraSikka.com: Bakal Calon Legislatif Dapil NTT 1 dari Partai Perindo Stefanus Roy Rening bersilaturahi dengan Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo Hardjoatmodjo.
Silaturahmi berlangsung di Wisma Uskup Kompleks Gereja Katedral Jakarta Pusat, Rabu (22/3).
Roy Rening tiba di kediaman Uskup Agung Jakarta pukul 10.00 WIB. Mantan Ketua Partai Katolik Demokrat itu didampingi Tim Kerja Sahabat Roy Rening seperti Elias Nyoman, Willy, John Ricardo, dan Gabriel Sola.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui rilis Sahabat Roy Rening, diketahui kedatangan mantan Ketua Umum Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI) itu untuk berdiskusi dua hal.
“Saya secara khusus bertemu dengan Bapak Kardinal Ignatius Suharyo, Uskup Agung Jakarta, untuk mendiskusikan dua hal,” kata Roy Rening.

Dua hal yang dibicarakan Roy Rening dan Uskup Agung Jakarta yakni rencana kontestasi Roy Rening pada Pileg 2024 mendatang, dan maraknya kasus human traficking yang terjadi di Indonesia.
Roy Rening menyampaikan keinginan politiknya untuk menjadi wakil rakyat melalui Partai Perindo. Dia akan bertarung pada Dapil NTT 1 yang meliputi Flores, Lembata, dan Alor.
“Saya menjelaskan keinginan menjadi calon legislatif. Maka sebagai umat Katolik Keuskupan Agung Jakarta, di mana Bapak Kardinal sebagai pimpinan Gereja, saya memohon doa dan restu Bapak Uskup. Semoga perjalanan dan cita-cita politik yang suci ini dijalankan dengan baik,” demikian ucap Roy Rening.
Hal lain yang dibicarakan Roy Rening bersama Uskup Agung Jakarta yakni terkait human trafiking di Indonesia, yang belakangan ini semakin memprihatikan.
“Tadi kami banyak mendiskusikan hal-hal terkait human trafiking di Indonesia. Terutama korbannya lebih banyak dari dapil saya di NTT 1 khususnya dan NTT pada umumnya,” jelas Roy Rening.
Terhadap persoalan human traficking, Uskup Agung Jakarta meminta Roy Rening untuk selalu memberikan pengertian tentang perdagangan orang kepada masyarakat.
“Jadi, Gereja hari ini, juga konsen dan peduli terhadap kasus human traficking yang sedang marak,” kata Roy Rening.
Uskup Agung Jakarta menyambut baik niat suci Roy Rening yang punya perhatian terhadap masalah human traficking yang sedang marak di Indonesia terutama di NTT.
“Sesuai anjuran Bapa Suci, bahwa setiap mereka yang terjun ke bidang politik, dan jikalau ada kesempatan, dan memperjuangkan kepentingan bersama dengan inspirasi moral Katolik, maka itulah utusan Gereja,” kata Kardinal Suharyo.
Uskup Agung Jakarta mengatakan jika yang menjadi semangat perjuangan untuk kepentingan kemanusiaan, maka harus didukung.
Dia menambahkan semangat Dokumen Abu Dhabi tentang Persaudaraan Manusia untuk Perdamaian Dunia dan Hidup Bersama atau The Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together yang telah ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayyeb pada tanggal 4 Pebruari 2019 harus diperjuangkan.
“Karena ini bukan untuk kepentingan agama tetapi untuk kepentingan umum,” urai mantan Ketua Presidium Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) ini.
Kardinal Suharyo mengatakan dirinya pernah beberapa kali bertemu dan berbincang-bincang dengan Wakil Ketua DPP Partai Perindo Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi.
“Terakhir ketika beliau diminta berbicara tentang Dokumen Abu Dhabi di Atma Jaya Jakarta,” ujar Uskup Agung Jakarta ini.
Menurut Uskup Agung Jakarta, Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi menegaskan bahwa sekarang ini bukan waktunya lagi untuk berdiskusi. Tapi yang dibutuhkan adalah bekerjasama dan melakukan hal-hal sebagaimana tertuang dalam Dokumen Abu Dhabi.*** (*/eny)















