




Maumere-SuaraSikka.com: Pemerintah pusat menyalurkan 1.132,470 ton beras cadangan bagi 32.749 warga masyarakat Kabupaten Sikka. Penyalurannya mulai dilakukan hari ini, Kamis (13/4), di Kantor Kelurahan Waioti.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Sikka Peter Ambrosius dalam laporannya menyampaikan pemberian bantuan pangan tahun 2023 ini untuk mengurangi beban pengeluaran penerima bantuan pangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal ini sebagai upaya untuk menangani kerawanan pangan, kemiskinan, stunting dan gizi buruk, keadaan darurat, melindungi produsen dan konsumen, dan mengendalikan dampak inflasi,” jelas dia saat launching yang berlangsung di Kantor Kelurahan Waioti.
Dia mengatakan pemerintah perlu memberikan jaminan atas pangan bagi masyarakat berpendapatan rendah.
Tujuannya, kata dia, agar rumah tangga atau keluarga penerima manfaat selalu memiliki akses terhadap pangan pada harga dan volume yang ideal bagi kebutuhan dan kesehatan.
“Salah satunya untuk meningkatkan akses pangan bagi masyarakat melalui pemberian bantuan pangan yang bersumner dari Cadangan Pangan Pemerintah,” kata dia.
Beras bantuan ini menggunakan dana cadangan beras pemerintah, dikelola oleh Badan Pangan Nasional.
Mekanisme penyaluran yakni Badan Pangan Nasional menerbitkan penugasan kepada Perum Bulog untuk menyediakan cadangan beras pemerintah. Selanjutnya cadangan beras pemerintah didistribusikan kepada keluarga penerima manfaat pada titik bagi oleh transportir, dalam hal ini PT Pos Indonesia.
Para keluarga penerima manfaat bakal menerima beras bantuan untuk 3 bulan, yakni Maret, April, dan Mei. Setiap bulan akan diberikan beras sebanyak 10 kilogram perbulan.*** (eny)

















