Sulit Cari Kerja di Sikka, 3 Alumnus Akper Lela Malah Berkarier di Jepang, Difasilitasi LPK Musubu

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 14 April 2023 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 263 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua alumnus Akper Lela yang telah melakukan kontrak kerja sebagai tenaga kesehatan di Jepang

Dua alumnus Akper Lela yang telah melakukan kontrak kerja sebagai tenaga kesehatan di Jepang

Maumere-SuaraSikka.com: Kesulitan mencari kerja di Kabupaten Sikka, ternyata membawa berkah bagi 3 alumnus Akademi Keperawatan Santa Elisabeth Lela Kabupaten Sikka.

Mereka akhirnya malah boleh berkareir di negeri Jepang sesuai bidang ilmu yang mereka pelajari yakni sebagai tenaga kesehatan. Ketiganya telah melakukan kontrak dengan rumah sakit tempat mereka akan bekerja selama 5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesempatan emas ini diperoleh Monika Seles, Ludgerus Afri Geong, dan Herlina Ferdinanda, setelah mereka bertiga difasilitasi oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu yang berkedudukan di Bali.

Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Francis Yuki saat memberikan keterangan pers

Direktur Operasional dan Pembiayaan LPK Musubu Yofani Maria Francis Yuki memastikan 3 alumni Akper Santa Elisabeth Lela ini telah mengantongi sertifikat kesetaraan perawat Jepang yang dikeluarkan oleh Pemerintah Jepang.

“Kemarin sudah terbit resmi kartu pencari kerja dan visa kerja. Nanti akhir Mei ini  berangkat ke Kobe Jepang, sebagai tenaga kerja terampil atau disebut Specified Skilled Worker,” terang Yofani Maria Francis Yuki dalam konperensi pers di Kantor Disnakertrans Kabupaten Sikka, Kamis (13/4).

Dia menambahkan sebagai pekerja terampil, tiga alumni Akper Lela ini akan mendapatkan hak-hak setara dengan pekerja lokal Jepang, seperti gaji, insentif lembur, asuransi kerja, asuransi kesehatan, serta pensiun.

Baca Juga :  Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

“Semua item hak dan kewajiban termuat dalam kontrak kerja,” jelas politisi Partai NasDem itu.

Bakal Calon Anggota DPRD NTT Dapil 5 ini menjelaskan proses dan mekanisme singkat untuk mendapatkan peluang kerja di Jepang.

Para calon tenaga kesehatan ini awalnya berkoordinasi dan komunikasi dengan LPK Musubu sebagai lembaga yang menjembatani para pencari kerja dengan Pemerintah Jepang.

Setelah itu pemberi kerja akan melakukan interviu. Jika memenuhi syarat, mereka terlebih dahulu dibenum dengan kursus Bahasa Jepang serta pelatihan keahlian dan sesuai bidang ilmu.

“Kami ingin mereka bisa berkarier karena punya skill. Dan LPK Musubu persiapkan itu,” ujar wanita bersuamikan orang Jepang ini.

Perempuan yang biasa disapa Vonny Francis ini menyebut 2 kendala utama yang sering dihadapi yakni izin orang tua dan persoalan biaya.

Untuk izin orang tua, biasanya LPK Musubu berupaya memberikan keyakinan, terutama agar orang tua tidak kuatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti human traficking.

“Orang Jepang benar-benar memberikan jaminan keamanan pekerja, termasuk memberikan penghargaan,” ujar dia.

Sementara soal kendala biaya bagi para calon pekerja, LPK Musubu menggandeng KSP Kopdit Pintu Air. Koperasi kredit ini memberikan pinjaman tanpa bunga, dan pinjaman baru akan dibayar secara cicil setelah mereka mulai bekerja.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Hingga saat ini LPK Musubu sudah mengirimkan 100 tenaga kesehatan ke Jepang. Lembaga ini baru fokus pada bidang keperawatan dan engineering. Ke depan, ujar Vonny Francis, LPK Musubu akan melirik sektor pariwisata.

Kepala Dinas Nakertrans Sikka Valerianus Samador memberikan apresiasi kepada LPK Musubu yang terlibat dalam pengiriman tenaga kerja  secara mandiri.

Dia mengatakan kehadiran dan eksistensi LPK Musubu sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah setempat yang terus berupaya menekan angka pengangguran.

Mantan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Sikka ini berharap para pencari kerja khususnya pada bidang kesehatan bisa memilih peluang yang difasilitasi LPK Musubu untuk mendapatkan kesempatan kerja, sehingga angka pengangguran bisa ditekan.

Pada momen konperensi pers, LPK Musubu menghadirkan juga Monika Seles dan Ludgerus Afri Geong. Sementara Herlina Ferdinanda berhalangan hadir.

Dua calon pekerja tenaga kesehatan di Jepang ini berkesempatan bicara bahasa Jepang, mengallikasikan kemampuan mereka setelah kursus selama kurang lebih 1 tahun.*** (eny)

Berita Terkait

SMP Negeri 1 Maumere Cetak Prestasi, Raih Juara Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan
Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:32 WITA

BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 23:58 WITA

6 Janji Jenderal Suyudi Awali Langkah Jadi Kapolri

Kamis, 17 September 2026 - 22:07 WITA

BPJS Kesehatan Dorong Layanan Jantung Berbasis Outcome

Jumat, 11 September 2026 - 08:50 WITA

Ciri-ciri Pelaku Penembakan di Papua Sudah Diketahui, Polisi Sita Selongsong Peluru

Kamis, 10 September 2026 - 15:06 WITA

KKB Pimpinan Egianus  Kagoya Tembak Mati 3 WNI, 1 Korban Asal Sikka

Senin, 7 September 2026 - 19:54 WITA

BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:35 WITA

Melchias Mekeng Resmi Pimpin Komisi XII DPR RI

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:33 WITA

NADI JKN, Solusi Jaga Keaktifan Peserta JKN

Berita Terbaru