
Maumere-SuaraSikka.com: Iswadi, pegawai Dinas PKO Sikka, diduga kuat ikut terlibat menyunat dana Tunjangan Profesi Guru (TPG). Dana ini lazim disebut sertifikasi guru.
Dugaan tersebut makin muncul menguat setelah beredar surat pernyataan yang ditandatangani Iswadi pada 12 Mei 2023.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski berani membuat surat pernyataan, Iswadi justeru melempem di tengah publik.
Hingga kini Iswadi belum mau memberikan keterangan yang lebih jelas. Operator dana TPK dan TPG ini berusaha menutup mulut.
Dia lebih sering menggunakan alibi dengan mengalihkan persoalan ini kepada Tim Pemeriksa kasus dugaan pelecehan di Dinas PKO Sikka.
Untuk sementara ini cukup sulit mendapatkan keterangan dari Iswadi.
“Nanti komunikasi langsung dengan Pa Sekda,” jawab Iswadi, Rabu (31/5) kemarin.
Sikap tutup mulut Iswadi ini melahirkan berbagai spekulasi dan dugaan.
Kuat dugaan ada pihak-pihak tertentu yang menekan Iswadi untuk tidak menyampaikan informasi ini ke publik, sebelumTim Pemeriksa mengumumkan hasil kerja atas dugaan pelecehan di Dinas PKO Sikka.
Sebelumnya, dalam surat pernyataan yang dia tandatangani pada 12 Mei 2023, Iswadi menjelaskan telah menerima uang tunai sebesar Rp 642.159.226 dari Bendahara Pengeluaran Dinas PKO Sikka.
Uang tersebut, untuk pemotongan pinjaman dari para guru yang bersertifikasi Tahap 1 Tahun 2023 kepada KSP Nasari Maumere.
“Namun uang tersebut saya gunakan untuk kepentingan pribadi saya,” demikian salah satu butir surat pernyataan yang ditandatangani Iswadi di atas meterai.
Iswadi bersedia mengembalikan dengan cara mencicil, sampai dengan pelunasan di bulan Juli 2023 kepada Bendahara Pengeluaran Dinas PKO Sikka.
Media ini mendapat informasi Iswadi telah membuat surat pernyataan yang baru, ditulis tangan, dan telah diserahkan ke Tim Pemeriksa.
Surat pernyataan yang baru ini, kabarnya untuk mencabut surat pernyataan sebelumnya.
Sekda Sikka selaku Tim Pemeriksa kasus dugaan pelecehan, hingga kini belum sempat dikonfirnasi. Kabarnya, Sekda Sikka sedang menjalankan tugas dinas di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat.*** (eny)




















