Malaka Protes Kepemimpinan Wasit

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 22 Agustus 2023 - 22:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 78 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu insiden yang diprotes akibat keputusan kontroversial dan merugikan PS Malaka

Salah satu insiden yang diprotes akibat keputusan kontroversial dan merugikan PS Malaka

Ba’a-SuaraSikka.com: Kepemimpinan wasit di Liga 3 ETMC 2023 di Kabupaten Rote Ndao, terus menjadi sorotan. Masalahnya karena cukup banyak keputusan kontroversial yang dianggap merugikan tim peserta.

PS Malaka menyikapi kepemimpinan wasit di turnamen bergengsi itu dengan melayangkan surat protes. Juara ETMC 2019 ini mempersoalkan berbagai keputusan wasit pada laga krusial di Grup D antara PS Malaka dan PS Kota Kupang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua tim daratan Timor ini bentrok di Lapangan Paulina Haning Bulu, Selasa (22/8) pagi dengan hasil akhir 0-0. Laga ini dipimpin wasit Conradus Conboyon Rodriquez dari Kabupaten Mangggarai.

Surat protes ditandatangani Asisten Pelatih Ade Sjan Maikameng, dan ditujukan kepada Ketua PSSI NTT cq Komisi Disiplin.

Dalam surat protes tersebut, PS Malaka membeberkan sejumlah peristiwa yang berakibat kepada keputusan kontoversial wasit yang memimpin pertandingan.

Skuad PS Malaka

Pertama, pada menit ke-45, terjadi pelanggaran yang dilakukan salah seorang pemain PS Kota Kupang terhadap pemain PS Malaka di dalam kotak pinalti.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Pelanggaran dimaksud yakni pemain PS Kota Kupang melakukan tekel dari belakang terhadap pemain PS Malaka yang tinggal berhadapan dengan penjaga gawang.

“Wasit tidak memberikan pinalti kepada PS Malaka dan kartu merah kepada pemain PS Kota Kupang,” demikian isi surat protes.

Kedua, PS Malaka mencatat beberapa kali terjadi handsball yang dilakukan para pemain PS Kota Kupang yakni pada menit ke-49, menit ke-61, dan menit ke-88.

“Tiga kejadian ini terjadi di dalam kotak pinalti, dan di depan wasit. Tapi anehnya wasit tidak memberikan hadiah pinalti sebagai tindak lanjut dari pelangggaran yang dilakukan,” seru PS Malaka.

Ketiga, pada menit ke-75 terjadi insiden yang mana pemain PS Malaka dalam sikap pasif ditabrak oleh pemain PS Kota Kupang.

“Anehnya, pemain PS Malaka dianggap melakukan pelanggaran dan diberikan kartu kuning,” demikian salah satu isi surat protes.

Keempat, pada babak kedua terjadi banyak insiden yang membuat pertandingan mengalami jedah beberapa menit pada berbagai kesempatan.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Tetapi pada akhir babak kedua, extra time yang diberikan hanya 2 menit,” protes PS Malaka.

Terhadap berbagai peristiwa yang menjadi catatan ini, PS Malaka berkesimpulan wasit tidak tegas dan tidak fair play.

Dalam surat protes, PS Malaka sekaligus meminta Komite Wasit menindak dan mengistirahatkan wasit tersebut akibat keputusan kontroversial yang membuat rusak citra sepak bola di mata publik NTT.

Selain itu PS Malaka juga meminta Komite Wasit bertindak menegakkan aturan sesuai Kode Disiplin PSSI dan Statuta PSSI dalam memberikan hukuman kepada wasit yang memimpin pertandingan PS Malaka bentrok PS Kota Kupang.

Laga PS Malaka dan PS Kota Kupang yang berakhir imbang tanpa gol, membuat PS Malaka gagal melangkah ke babak 16 besar. Sedangkan PS Kota Kupang keluar sebagai Juara Grup D.

Dengan tiga kali seri dan selisih gol 0, PS Malaka dipastikan kalah produktifitas gol dari juara bertahan Perse Ende yang finis sebagai runner up Grup D.*** (eny)

Berita Terkait

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027
Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:49 WITA

Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:35 WITA

Femi Bapa Resmi Jadi Sekda Sikka

Berita Terbaru