


Ba’a-SuaraSikka.com: Laju Perserond Rote Ndao akhirnya kandas di babak semifinal. Tim tuan rumah takluk 1-2 di kaki raksasa sepak bola PSN Ngada.
Pertandingan dua tim ini berlangsung di Lapangan Paulina Haning-Bullu, Rabu (30/8) pagi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurang lebih 20.000 penonton memadati lapangan pertandingan yang baru diresmikan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat.
Rote Ndao yang grafik permainan sedang meyakinkan, akhirnya harus menerima kekalahan.
Fakta ini memastikan Rote Ndao sebagai tim spesial semifinalis. Tahun lalu di Kabupaten Lembata, Rote Ndao juga kandas di babak semifinal, kalah adu tendangan pinalti dari Persebata Lembata.
Begitu juga pada tahun 2004, Rote Ndao yang pertama kali mengikuti ETMC, dibekuk tim tuan rumah Persesba Sumba Barat di babak semifinal.
Bagi Ngada, hasil ini semakin mengokohkan diri sebagai salah satu kekuatan sepak bola di NTT. Kini Tim Oranye melirik tropi ke-8.
Puasa gelar sejak tahun 2007, Ngada sebenarnya dua kali tampil di partai final. Pada tahun 2013, Ngada kalah adu pinalti dari tim tuan rumah Persamba Manggarai Barat. Lalu tahun 2017, lagi-lagi tim tuan rumah Perse Ende menundukkan Ngada.
Strategi Rote Ndao mencetak gol cepat dengan mengandalkan duel bola udara, gagal dijalankan secara sempurna.
Tidak tampilnya Erkas Mbuik akibat akumulasi kartu kuning, semakin menjadikan Rote Ndao kehilangan taji di lini depan.
“Kami masih dengan strategi itu, tapi tidak bisa berjalan karena pressing ketat dari Ngada,” ujar Joni Adu, Manajer Perserond Rote Ndao.
Ngada tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Rote Ndao untuk memaksimalkan tendangan bola mati dari lini pertahanan mereka.
Pertandingan berlangsung ketat sejak pluit kick off dibunyikan wasit Abdul Syukur. Dua tim ini saling serang, namun masih belum maksimal.
Rote Ndao sebenarnya sempat menjaringkan bola ke gawang Afrianus Moi pada menit ke-18. Namun gol tersebut dianulir karena sebelumnya sudah terjadi pelanggaran.
Babak kedua berjalan 10 menit, Ngada membuat Lapangan Paulina Haning-Bullu menjadi hening. Yoris Nono mengambil sebuah tendangan bebas dari luar kotak pinalti. Bola masih membentur barikade pertahanan.
Bola rebound jatuh di kaki Michael Fongo Reo yang tidak terkawal. Sebuah tendangan keras berhasil menjebol gawang Petrus Muga Sada.
Rote Ndao berhasil menyamakan pada menit ke-72 melalui tendangan pinalti yang dieksekusi Feri Febriansyah.
Wasit menunjuk titik putih setelah salah seorang pemain Ngada menyentuh bola dengan tangan.
Ngada meningkatkan intensitas serangan, namun belum maksimal. Begitu juga Rote Ndao sesekali melancarkam serangan balik, namun sulit menembus pertahanan Ngada.
Sepertinya dua tim ini akan menyelesaikan waktu normal dengan kedudukan berimbang. Apalagi sudah sampai tambahan waktu 2 menit.
Justeru di injury time, Ngada memperoleh keuntungan melalui tendangan bebas kurang lebih dari jarak 20 meter.
Herman Ago Ladja mengeksekusi langsung ke gawang. Bola terlebih dahulu pantul di tanah, dan melesak masuk ke gawang, tanpa bisa diantisipasi Petrus Muga Sada.
Rote Ndao berupaya mengejar gol pada sisa waktu. Namun perjuangan anak-anak asuhan Dedi Seme ini tidak berhasil.
Pada partai puncak nanti, Ngada akan berhadapan dengan pemenang antara Bintang Timur FC dan Biru Muda Perkasa. Dua tim ini baru akan bertanding Rabu (30/8) petang nanti di Lapangan Paulina Haning-Bullu.
Kondusif
Ribuan pendukung Laskar Ti’i Langga trenyuh karena tim tuan rumah gagal melangkah ke partai puncak. Rote Ndao harus menyimpan ambisinya untuk merengkuh tropi bergilir di markas sendiri.
Suasana setelah pertandingan berlangsung kondusif. Para pendukung Rote Ndao meskipun kecewa, pelan-pelan meninggalkan lapangan pertandingan.*** (eny)
Hasil Pertandingan
Rabu 30 Agustis 2023
Babak Semifinal
Perserond Rote Ndao 1 vs 2 PSN Ngada
Jadwal Pertandingan
Rabu 30 Agustus 2023
Lapangan Paulina Haning-Bullu
14.30 Wita
Bintang Timur FV vs Biru Muda Perkasa















