


TURNAMEN bergengsi sepak bola NTT tahun ini segera berakhir. PSN Ngada dan Bintang Timur (BeTa) FC Atambua bakal bertarung pada partai puncak Liga 3 ETMC 2023.
Dua tim ini akan berlaga di Lapangan Paulina Haning-Bulu, Sabtu (2/9) siang. Lapangan pertandingan ini terletak di Desa Holoama, kurang lebih 3 kilometer dari Kota Ba’a.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya lapangan ini bernama Lapangan Holoama. Pemkab Rote Ndao kemudian memberi nama Bupati Rote Ndao yang sekarang sebagai nama lapangan pertandingan tersebut.
Sebuah penghargaan dan sejarah bagi perempuan pertama yang menjadi Bupati di Rote Ndao, juga di NTT.
Bentrok PSN dan BeTa boleh dibilang final ideal. Dua tim ini sama-sama menunjukkan kualitas bertanding yang memacu adrenalin penggila bola di NTT.
Ngada masih dengan gaya klasik. Long pass, bola-bola panjang, sambil mengadu speed dan sprint. Ronaldi Ngoe dan Yoris Nono punya kelebihan dari dua aspek ini. Hati-hati dengan Michael Fongo Reo, karena dia selalu berbahaya dari second line.
Lalu bagaimana dengan BeTa? Tim ini tidak kelihatan vulgar. Bermain biasa-biasa saja.
Tapi awas, jangan terkecoh! Koordinasi antarlini sangat rapi. Pemain BeTa komplit di semua lini. Bertahan oke, menyerang aduhai.
BeTa bermain dengan pressing-pressing ketat. Jarak antarlini tidak putus. Menyerang beramai-ramai, bertahan bergotong-royong. Daya juang dan stamina menjadi faktor kuat tim ini.
BeTa punya Alberto Soares, gelandang kanan haus gol yang lincah, tenang, dan bermain pakai otak.
Koleksi 7 gol, dan sementara menduduki puncak top scorrer, adalah bukti Alberto Soares merupakan macan lapar Tim Macan Batas.
Ini final yang bakal seru. Akan terlihat bagaimana Kletus Gabhe dan Lodovikus Loi Mai beradu dalam strategi dan taktikal. Racikan teknis dua pelatih ini, turut menjadi penting. Tinggal menunggu, Dewi Fortuna mampir ke mana.
Ya, bentrok Ngada dan BeTa, bukan saja final ideal. Ini lebih kepada final emosional. Mood emosional sudah terlihat sejak dua tim ini berlaga di babak penyisihan.
Ngada tampil elegan pada laga awal. Laskar Jaramasi berhasil melumat Persamba Manggarai Barat. Dalam sejarah, ini pertama kali PSN menang atas Laskar Komodo.
Sebelumnya, dalam beberapa kali pertemuan di waktu normal, dua tim ini selalu bermain imbang. PSN kalah adu pinalti saat final 2013 di kandang Persamba.
BeTa mengawali laga perdana dengan fantastis. Bermain pada partai pembukaan, BeTa mencuri simpati dengan menang atas Persami Maumere.
BeTa dan Persami belum pernah ketemu sebelumnya. Persami yang tidak stabil sejak Juara 2015, masih menyimpan nama besar dan keangkuhan karena pernah 3 kali merengkuh tropi bergilir. Tapi BeTa tidak minder. Justeru termotivasi, dan berhasil menang.
Laga awal masing-masing tim saja sudah mencerminkan bagaimana emosional telah mempengaruhi motivasi bertanding. Ngada mengklaim rekor di depan Manggarai Barat. BeTa menggoyang prestise Laskar Nian Tana.
Emosional dua tim ini semakin nyata terlihat. BeTa takluk di kaki Perserond. Nasibnya bisa amblas pada laga terakhir. Justeru dengan penuh emosional, BeTa tanpa ampun merobek gawang Persena Nagekeo.
Ngada sempat kritis. Main dengan 10 orang, Tim Oranye ditekuk Persebata Lembata. Masih untung Manggarai Barat menyelamatkan muka Ngada. Laskar Jaramasi pun lolos dramatis.
Sensasi emosional, bakal makin tercermin pada bigmatch siang nanti. Bukan tidak mungkin tersaji permainan keras, dengan body charge yang sesering mungkin terjadi. Cuaca Holoama yang panas, angin kencang yang bikin emosi, bisa jadi memicu emosional pemain.
Puncak emosional dua tim ini adalah naik podium, dan menjadi terbaik untuk tahun ini. Dan tekad membara itu dibaluti juga dengan mindset emosional yang positip.
Ngada, pengoleksi 7 tropi bergilir ETMC, sudah puasa gelar sejak 2007. Kini momen Laskar Jaramasi menutup masa jedah sepanjang 16 tahun. Saatnya Ngada kembali menggores prestasi di turnamen bergengsi yang digulir sejak 1969 ini.
Begitu juga BeTa. Dua kali tampil di Liga 3 ETMC, prestasi terbaik hanya pada babak 16 Besar. Penampilan ketiga tahun ini, justeru BeTa sukses mangggung di partai puncak.
Itu artinya kerja keras pembinaan Akademi Bintang Timur selama 9 tahun, setidaknya telah menunjukkan hasil yang gemilang. Makin sempurna jika BeTa naik podium petang nanti, dan untuk pertama kalinya mengecup tropi bergilir.
Final emosional bakal tersaji di depan ribuan publik yang sudah tidak sabar dan bisa jadi juga emosional karena menunggu kick off.
Final emosional ini bakal jadi tontonan menarik jika dipimpin wasit yang berkualitas, bukan wasit yang justeru larut dalam emosional.
Selamat menonton. Proficiat kepada Juara 2023.*** (vicky da gomez)















