


Maumere-SuaraSikka.com: Setelah bikin gaduh di DPRD Sikka, Senin (4/9), Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo “menghilang”. Dua hari dia tidak menghadiri sidang di ruang paripurna.
Padahal saat ini DPRD Sikka bersama pemerintah daerah setempat sedang menghadapi pembahasan Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD TA 2024.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pembahasan KUAPPAS dimulai pada Senin (4/9). Saat itu Bupati Sikka langsung menyampaikan Pidato Pengantar di depan sidang paripurna.
Sesuai mekanisme sidang, agenda selanjutnya yakni Pemandangan Umum Fraksi, Keterangan Pemerintah, pembahasan di tingkat Badan Anggaran, dan terakhir penutupan sidang.
Pemandangan Umum Fraksi dijadwalkan Selasa (5/9), tapi Bupati Sikka tidak hadir. Hanya terlihat Wakil Bupati Sikka Romanus Woga. Belum diketahui apa alasan Bupati Sikka tidak hadir.
Sedangkan Keterangan Pemerintah dijadwalkan Rabu (6/9). Lagi-lagi Bupati Sikka tidak hadir. Wakil Bupati Sikka hadir di ruang paripurna.
Wakil Bupati Sikka Romanus Woga menyampaikan Keterangan Pemerintah terhadap Pemandangan Umu Fraksi.
Sebelum membacakan Keterangan Pemerintah, Romanus Woga sempat menginformasikan keberadaan Bupati Sikka.
“Ada kabar, hari ini Bupati Sikka flu keras,” ujar Romanus Woga.
KUAPPAS mulai Kamis (7/9) masuk tahapan pembahasan antara Badan Anggaran DPRD Sikka bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah.
Nantinya penutupan pembahasan KUAPPAS berlangsung dalam sidang paripurna. Bupati Sikka wajib hadir pada momen ini.
Sebagaimana diketahui, Bupati Sikka menghamburkan semua barang yang ada di atas meja. Cangkir air minum dan gelas kopi terjatuh ke lantai paripurna DPRD Sikka, hingga pecah berkeping-keping.
Begitu juga dos tisu dan toples makanan ringan semuanya “terbang” ke lantai paripurna.
Peristiwa ini terjadi pada Senin (4/9) di ruang paripurna DPRD Sikka. Saat itu sedang dilakukan rapat dengar pendapat (RDP) antara DPRD Sikka dan masyarakat Desa Mahebora dan Desa Nirangkliung. Bupati Sikka hadir dalam RDP.
RDP terkait masalah pekerjaan proyek peningkatan jalan Nangablo-Hagarahu di Kecamatan Nita.
Pasalnya proyek yang dikerjakan CV Balista Timor Perkasa senilai Rp 934.035.000 itu, realisasi fisik baru mencapai 0,61 persen.
Bupati Sikka sepertinya tersinggung dengan pendapat dan pikiran Yosef Nong Soni, anggota DPRD Sikka dari Fraksi Partai Nasdem.
Yosef Nong Soni mengkritisi kualitas pelaksanaan proyek-proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah.
Menurut dia, masih banyak proyek yang bermasalah dan berpotensi tidak bisa selesai, salah satu faktor karena lemahnya kontrol yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati.*** (eny)















