Ironi Sikka di Mata KPK: Integritas Rendah, Rawan Korupsi, Laporan Gratifikasi Nihil

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 13 September 2023 - 19:19 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Dibaca 195 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mutiara Carina Rizky Artha dari Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK memberikan keterangan kepada wartawan di Maumere, Rabu (13/9)

Mutiara Carina Rizky Artha dari Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK memberikan keterangan kepada wartawan di Maumere, Rabu (13/9)

Maumere-SuaraSikka.com: Kabupaten Sikka benar-benar buruk di mata Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Bagaimana tidak! Hasil Survei Penilaian Integritas 2022, Kabupaten Sikka masuk dalam kategori rendah dan rawan korupsi. Saat yang sama, ternyata laporan gratifikasi nihil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini dikemukakan Mutiara Carina Rizky Artha dari Direktorat Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK kepada wartawan di Kantor Bupati Sikka, Rabu (13/9).

Mutiara Carina Rizky Artha bersama Adythia Budiman dan Gebri Adzani berada di Maumere untuk memberikan Bimtek dan Monev Implementasi Pengendalian Gratifikasi.

Bimtek dan Monev Implementasi Pengendalian Gratifikasi berlangsung di Lantai 3 Kantor Bupati Sikka, diikuti Kepala Desa, Lurah, Camat, Kepala Sekolah, serta pimpinan SKPD di lingkup Pemkab Sikka.

Kegiatan ini dibuka Wakil Bupati Sikka Romanus Woga, didampingi Sekda Sikka Adrianus Firminus Parera. Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo tidak hadir pada kegiatan ini.

Mutiara Carina Rizky Artha mengatakan Kabupaten Sikka menjadi salah satu tempat kegiatan karena pertimbangan salah satunya yakni indikator SPI rendah.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Di samping itu, kata dia, pihaknya juga melihat laporan gratifiksi minim atau yang tidak ada laporan. Di Kabupaten Sikka, ujar dia, tidak ada yang melapor.

“Itulah yang membuat kita penasaran, sebenarnya ada apa dengan Sikka,” alasan dia.

Mutiara Carina Rizky Artha sedang memberikan Bimtek dan Monev Pengendalian Gratifikasi di Kantor Bupati Sikka

Perempuan berjilbab ini mengatakan nilai SPI dilihat ketika ada area fokus yang rawan. Persoalan di Sikka, sebut dia, pada kegiatan pengadaan barang dan jasa, penyelewengan anggaran, promosi dalam layanan seperti pemberian izin, dan promosi mutasi pegawai.

“Mungkin masih ada yang ngasih-ngasih waktu mau naik jabatan,” ujar dia.

Mutiara Carina Rizky Artha mengatakan survei dilakukan dengan bertanya kepada responden.

Responden, ujar dia, seperti internal pegawai negeri, pejabat, termasuk pengguna layanan. Ada juga responden eksternal seperti masyarakat serta pihak-pihak yang berelasi dengan Pemkab Sikka.

Terkait laporan gratifikasi nihil, kata dia, bisa disebabkan karena pejabat daerah bingung, tidak tahu, dan bisa jadi ada unsur kesengajaan untuk tidak melapor.

Baca Juga :  Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

“Kami cek,  ternyata banyak yang tidak lapor. Biasanya ngaku tidak tahu. Mungkin ada yang masih bingung mana yang dilaporkan dan mana yang tidak,” ujar dia.

Terkait hal ini, Mutiara Carina Rizky Artha memberikan beberapa saran, seperti harus memahami dulu konsekuensi jika menerima gratifikasi, dan memperbaiki layanan publik.

“Layanan publik, itulah pintu masuk yang sering kali terjadi,” kata dia.

Selain itu, dia juga meminta agar para pejabat mengidentifikasi areal mana saja yang rawan tawaran gratifikasi.

“Ibaratnya mereka harus memitigasi dirinya sendiri,” saran dia.

Mutiara Carina Rizky Artha juga mengajak masyarakat Kabupaten Sikka agar tidak segan-segan memberikan laporan pengaduan ke KPK, sekiranya mengetahui ada indikasi gratifikasi.

Menurut dia, sepanjang laporan pengaduan valid, didukung informasi dan bukti, KPK pasti akan menindaklanjuti.*** (eny)

Berita Terkait

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih
49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere
Groudbreaking Kampung Nelayan Merah Putih di Wuring, Bupati Sikka: Kita Dukung Ekosistem Ekonomi Kelautan yang Terintegrasi
Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere
Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi
Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:36 WITA

Door Prize Handphone Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:59 WITA

Serunya Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere, SMPK MBC Ohe Beri Ancaman Serius

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:45 WITA

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, SMPK Yapenthom 2 Maumere Gandeng Frater Ledalero Ajak Siswa Kenali Diri dan Bertumbuh dalam Kasih

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:26 WITA

49 Tim SMP di Sikka Ramaikan Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar Kebangsaan di SMKS Yohanes XXIII Maumere

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:27 WITA

Pemerintah Gandeng Perbankan, Bikin Cantik Wajah Kota Maumere

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:23 WITA

Bupati Sikka “Tampar” ASN: Jangan Lihat Pekerjaan Hanya sebagai Rutinitas Administrasi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:00 WITA

Tanggapi Isu Daerah, Undana dan Pemkab Sikka Jajaki Kerja Sama Strategis Tahun 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:04 WITA

Kabar Gembira! SMKS Yohanes XXIII Maumere Buka Jurusan Kecantikan dan SPA, Tenaga Didik Seorang Guru Muda Cantik

Berita Terbaru