“Bayangkan kalau 1 paket dijual dengan harga Rp 10-20 juta, sementara prakiraan keuntungan juga hanya sebesar itu, maka kualitas pekerjaan akan jadi seperti apa,” ujar dia.
Dia lalu mengungkap beberapa informasi yang sempat dia rekam. Cerita yang dia dengar, ada kontraktor yang sudah memberi Rp 6 juta, tapi tidak diberi proyek.
Cerita lain lagi, ujar dia, seorang pengusaha bengkel kayu mengaku didatangi serombongan anggota Dewan yang ingin menjual paket pengadaan meubel dengan nilai Rp 10-20 juta, kontan tanpa tawar dan bayar di depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Apakah dengan kondisi begini lalu saya dan kita semua harus diam?” tanya dia menggugah.
Dugaan KKN proyek pokir terus menguat dan menjadi diskursus publik.
Kasus ini semakin terang benderang ketika ditemui 3 kontraktor pelaksana mendapatkan 6-7 paket pekerjaan, melebihi Sisa Kemampuan Paket (SKP).*** (eny)
Halaman : 1 2















