Icky yang dikonfirmasi di Polres Sikka mengaku selama ini tidak memiliki persoalan dengan pelaku. Dia bahkan kaget ketika korban begitu beringas menganiaya dirinya.
“Saya minum moke 1 botol, minum di kamar, sambil putar musik pelan-pelan. Setelah habis minum, saya mau keluar dengan motor, pas lagi putar balik motor, tiba-tiba dia serang, pukul saya di bagian kepala. Saya terjatuh, lalu dia pukul terus,” terang Icky.
Kasus penganiayaan ini sempat direkam video oleh seorang adik perempuan korban, yang saat itu hendak keluar bersama-sama korban. Saksi merekam sambil menangis melihat langsung perlakuan brutal sang guru terhadap kakaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Icky, pemuda berusia 22 tahun itu, memilih melaporkan kasus penganiayaan terhadap dirinya kepada aparat kepolisian, sehingga memberikan efek jera kepada guru yang suka melakukan tindakan kekerasan.
Setelah membuat laporan polisi, Icky diarahkan ke Unit Reskrim Polres Sikka. Dia pun memberikan keterangan di depan penyidik.
Pelaku belum bisa dihubungi karena sedang tidak berada di tempat. Menurut orang tua Icky, setelah menganiaya anaknya, pelaku bersama istri dan 2 anaknya langsung meninggalkan rumah kontrakan sekitar pukul 04.00 Wita.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












