“Saya berjanji untuk merayakan misteri Yesus Kristus dalam gereja dengan hormat dan setia, sesuai tradisi gereja demi kemuliaan Allah dan pengudusan umat-Nya. Saya berjanji mewartakan Sabda Allah dengan cara yang pantas dan bijaksana dalam memaklumkan Injil dan mengajarkan iman Katolik. Dengan bantuan Allah, saya berjanji agar makin hari makin erat mempersatukan diri dengan Yesus Kristus, Sang Imam Agung dan bersama Yesus pula menyerahkan diri kepada Allah demi keselamatan manusia,” demikian pembaharuan Janji Imamat yang dinyatakan Pater Wilhelm Djulei.

Puluhan Imam menjadi konselebran pada perayaan ekaristi. Tampak antara lain Rektor Seminari Tinggi Santo Paulus Ledalero Pater Yosef Keladu, SVD, Rektor Unwira Kupang Pater Doktor Philipus Tule, SVD, Rektor IFTK Ledalero Pater Doktor Otto Gusti Madung, dan Pastor Paroki Sikka RD Hendrik Nong.
Pater Wilhelm Djulei menjadi selebran utama pada perayaan ekaristi ini. Dalam khotbahnya, dia menggambarkan pilihan mengambil moto 40 Tahun Imamat “Ya Tuhan, penyertaanMu dahsyat”.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Moto tersebut, ujar Pater Wilhelm Djulei, berangkat dari banyak pengalaman yang dia alami selama ziarah hidup 68 tahun. Salah satu yang dia ungkapkan yakni sakit yang sedang dia derita sekarang ini.
Pater Wilhelm Djulei menuturkan kakinya terasa sakit sudah sejak 6-7 tahun lalu. Dia mengaku selalu berdoa setiap saat memohon kesembuhan. Namun, kata dia, hingga kini Tuhan belum mengabulkan doanya.
“Hari ini saya berusaha untuk bisa berdiri, karena saya yakin Allah menyertai saya, menyertai kita semua, saya percaya pada suatu saat Allah akan kabulkan permintaan saya. Saya tetap berharap suatu saat akan terjadi,” kisah Pater Wilhem Djulei.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya


Ikuti Kami
Subscribe












