Dia sempat menyambung dengan kata buktinya, seolah ingin menjawab siapa yang dimaksudkan dengan orang yang pintar berkata-kata tapi tidak tahu kerja.
“Buktinya? Saya kembalikan kepada kalian, dan kalian sudah tahu saya, sudah kenal saya, bahwa sekarang saya sukses, tidak mudah perjalanan saya, saya mau kalian juga sukses, dan ke depan jadi pemimpin, bukan hanya asal omong-omong saja,” ujar Suitbertus Amandus kepada wartawan.
Banyak orang berpendapat seorang pemimpin paling tidak memiliki kemampuan berkomunikasi dan diplomasi. Komunikasi dan diplomasi yang bagus dapat memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat, termasuk seluruh aparatur sipil negara.*** (eny)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2















