Hasil Uji Laboratorium, Babi Sakit di Paubekor Terdeteksi Positif ASF

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 21 Januari 2025 - 19:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Vicky da Gomez Editor : Redaktur Dibaca 444 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan Dinas Pertanian Sikka

Petugas Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan Dinas Pertanian Sikka

Maumere-SuaraSikka.com: Laboratorium Veteriner dan Klinik Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka memastikan sampel darah babi sakit di Desa Paubekor Kecamatan Koting terdeteksi positif African Swine Fever (ASF).

Demikian informasi yang disampaikan Kepala Dinas Pertanian Sikka Yohanes Emil Satriawan, Senin (20/1).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya sudah diinformasikan resmi oleh petugas laboratorium, sampel darah babi sakit yang di Paubekor hasilnya positif,” jelas Yohanes Emil Satriawan.

Baca Juga :  Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Dia menambahkan bersamaan dengan babi sakit dari Paubekor, juga dilakukan uji laboratorium terhadap 1 sampel darah babi dari Desa Nitakloang Kecamatan Nita. Hasilnya pun mengenaskan karena positif.

Menurut Yohanes Emil Satriawan petugas kesehatan hewan mengambil sampel darah babi di Nitakloang, karena babi tersebut diinformasikan mengalami sakit. Babi yang sakit di Nitakloang diketahui milik Sekretaris Dinas Kesehatan Inosensius Siga.

Baca Juga :  Imigrasi NTT Gagalkan Keberangkatan 3 WNA Cina ke Australia, Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Apresiasi Sinergitas Imigrasi Kupang

Dengan kondisi hasil uji laboratorium yang terakhir, Yohanes Emil Satriawan menyebut wilayah di Kabupaten Sikka yang positif ASF kini bertambah lagi. Sebelumnya hanya 4 desa dan kelurahan, kini bertambah lagi 2 desa.

Berita Terkait

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo
Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu
Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong
Gempa Tektonik 4,9 SR Guncang Sikka, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan
Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies
Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah
Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:25 WITA

Jaksa di Sikka Intip Kegagalan Pembangunan Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo

Sabtu, 17 Januari 2026 - 11:28 WITA

Jika Ada Juknis Baru, Bupati Sikka Usulkan MBG Sasar Akun Palsu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 09:30 WITA

Karolus Roger Evantino, Anak Ideologis Presiden Prabowo, Dirikan SPPG di Nangatobong

Kamis, 15 Januari 2026 - 12:48 WITA

Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar Mentok Fisik 56 Persen, Jaksa di Sikka Gagal Pendampingan

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:48 WITA

Gerakan PSN Massal Eliminir DBD dan Malaria, Vaksinasi Putuskan Rantai Rabies

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:47 WITA

Dinkes Sikka Lalai, Rp 4,3 Miliar Gagal Salur ke Daerah

Selasa, 13 Januari 2026 - 17:32 WITA

Humerus Andreas Bakal Dilantik PAW DPRD Sikka, Masih Tunggu SK Gubernur NTT

Selasa, 13 Januari 2026 - 15:21 WITA

Sedih! Mega Proyek Puskesmas Tuanggeo Rp 6,4 Miliar, Fisik Hanya 59 Persen

Berita Terbaru