

Maumere-SuaraSikka.com: MEL, pasien positip corona yang meninggal Minggu (3/1), meminta ibu kandungnya mendampingi dia saat dirawat di ruang isolasi RSUD TC Hillers Maumere.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Gadis usia 29 tahun ini menjalani perawatan medis di ruang isolasi sejak Jumat (1/1). Dia mengalami gangguan ginjal, dan kemudian dipastikan terkonfirmasi positip corona.

“MEL sendiri yang minta kepada petugas. Dia sampai menangis, dan bilang sangat butuh mama saya,” demikian keterangan Jurubicara Satgas Covid Sikka Petrus Herlemus kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/1).
Selain permintaan dari MEL, jelas Petrus Herlemus, ibu kandung MEL juga meminta kepada petugas agar diizinkan mendampingi anaknya. Alasan ibu kandung MEL, katanya, agar bisa mengikuti perkembangan dan kondisi anaknya.

Menyikapi permintaan MEL dan ibu kandungnya, petugas ruang isolasi kemudian membuat surat pernyataan permintaan keluarga untuk mendampingi MEL.
Petrus Herlemus memastikan bahwa tidak ada prosedural keluarga mendampingi pasien di ruang isolasi. Penanggungjawab pasien mempertimbangkan alasan kemanusiaan dan psikologis pasien.
Ibu kandung MEL akhirnya ikut menjaga anaknya. Di ruang isolasi, dia hanya mengenakan masker, tidak dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Petrus Herlemus beralasan, dalam penelusuran diketahui ibu kandung MEL sudah kontak erat dengan anaknya sejak 21 Desember 2020 ketika anaknya datang dari Larantuka. Jika dihitung jangka waktu, hubungan kontak erat itu sudah melebihi 10 hari.
“Range kontak erat antara pasien dan ibu kandungnya sudah melebihi 10 hari, jadi hanya pakai masker saja,” jelas dia.
Petrus Herlemus mengaku merasa penting menjelaskan hal ini sehingga masyarakat bisa memahami prosedural penanganan virus corona sebagaimana yang diamanatkan Revisi 5 Permenkes.
“Di media sosial, banyak sekali yang mempersoalkan hal ini. Karena itu kami harus meluruskan agar tidak terjadi salah pemahaman,” ungkap dia.

Dia menambahkan pihak rumah sakit dan penanggungjawab pasien memiliki niat yang baik untuk merespons permintaan keluarga. Tapi pada akhirnya justeru diprotes oleh orang-orang yang tidak mengerti kronologisnya. Karena itu, kata dia, ke depan tidak ada lagi pasien yang dijaga keluarga, apapun alasannya.

“Ini niat baik kami dengan pertimbangan kemanusiaan. Tapi karena ada penolakan, ya sudahlah. Saya sudah panggil Direktris RSUD TC Hillers dan Kepala Pelayanan, agar siapa saja yang meminta mendampingi pasien di ruang isolasi, dengan alasan apa saja, tidak kami izinkan,” tegas dia.
MEL meninggal pada Minggu (3/1), dan jasadnya dimakamkan secara protokoler kesehatan pada tempat pemakaman Covid-19 di Kelurahan Wolomarang Kecamatan Alok Barat.*** (eny)



















