
Maumere-SuaraSikka.com: Alberth Ronald Lomi mengaku bangga menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Bagi dia, kepesertaannya merupakan pahlawan bagi sesama lainnya.
Dia mengibaratkan peserta JKN-KIS merupakan sosok pahlawan, karena status itu bisa membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pertolongan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menjadi peserta JKN-KIS, tidak hanya bermanfaat untuk diri kita sendiri. Tetapi bermanfaat juga bagi peserta lain. Saat kita sehat, iuran kita bisa dimanfaatkan untuk peserta lain yang sedang sakit,” tukas dia di Maumere baru-baru ini.
Dengan prinsip sebagai pahlawan bagi yang lain, Ronald Lomi mengaku tidak merasa dibebankan dengan kewajiban membayar iuran setiap bulan.
Justeru buat dia, gaji yang dipotong setiap bulan untuk iuran kepesertaannya, menunjukkan bukti keberpihakannya kepada program yang berprinsip gotong-royong tersebut.
“Saya tidak pernah merasa rugi menjadi peserta JKN-KIS, walaupun sampai sekarang saya belum pernah nikmati manfaatnya. Justeru saya merasa bersyukur karena selalu dalam keadaan sehat,” ujar dia.
Ronald Lomi berprofesi sebagai petugas keamanan pada sebuah perusahaan di Kabupaten Sikka. Oleh perusahaan tempat dia bekerja, dia didaftarkan sebagai peserta JKN-KIS.
Setiap bulan, perusahaan tempat dia bekerja memotong gajinya untuk membayar iuran JKN-KIS. Bagi dia, pemotongan gaji untuk iuran, masih sangat relatif murah, jika dibandingkan dengan manfaat yang diterima peserta JKN-KIS.
Ronald Lomi mengajak semua warga masyarakat mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS. Program ini, kata dia, memberikan manfaat besar ketika seseorang sedang mengalami sakit dan kesulitan biaya perawatan kesehatan.
“Mari kita sadar akan pentingnya jaminan kesehatan. Jangan masa bodoh dengan hal ini. Karena saat seseorang menderita sakit, yang ringan sekali pun, akan terasa mahal apabila biaya pengobatan dikeluarkan secara pribadi akibat tidak adanya jaminan kesehatan,” ajak dia.
Pria 29 tahun ini berharap program JKN-KIS tetap berjalan dan berkesinambungan di Indonesia. Pergantian manajemen baru-baru ini, kata dia, hendaknya lebih meningkatkan kualitas layananan kepada peserta.*** (eny)

















